Kategori: Berita Desa

OpenDesa Gelar Lomba Pusat Data Desa

“Lomba ini akan dibagi menjadi Dua Kategori, kategori desa secara umum dan kategori desa dengan Indeks Desa Mambangun (IDM) Tertinggal. Selain uang tunai juga ada hadiah berupa 1 tahun OpenSID Premium, sertifikat dan baju kaos,”terang Sekretaris Jenderal OpenDesa, Herry Wanda, Sabtu(6/8). 

Bappeda NTB Apresiasi Rarang Selatan Tanggulangi Kemiskinan Bersama OpenSID

Ingin Lihat Semua Desa di NTB Manfaatkan SID

OpenDesa, Rarang Selatan–Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda),
Nusa Tenggara Barat (NTB), apresiasi Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara,
Kabupaten Lombok Timur dalam penanggulangan kemiskinan berbasis Data
Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola secara digital menggunakan
sistem informasi desa (OpenSID).

Pemanfaatan teknologi informasi untuk validasi dan akurasi data menggunakan
aplikasi sistem informasi desa (OpenSID) melalui kerjasama dengan komunitas desa
terbuka (OpenDesa), memudahkan desa dalam pengelolaan data secara digital,
informatif dan terintegrasi.

Kepala Bappeda NTB, DR. Ir. H. Iswandi, M. Si mengatakan, kehadirannya di Desa
Rarang Selatan untuk memastikan sejauh apakah teknologi informasi
dimanfaatkan untuk program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Desa Rarang Selatan.

“Kita ingin melihat sejauh mana Sistem Informasi Desa (SID) yang diterapkan di
Desa Rarang Selatan bisa membantu pemerintah desa dalam melakukan verifikasi
dan validasi data DTKS,”ungkap Kepala Bappeda Rarang Selatan, Iswandi, saat
kunjungannya, Jumat (27/8/2021) penghujung bulan lalu.

Kepala Bappeda NTB ini, juga ingin mengetahui sejauh mana dampak penurunan angka kemiskinan dengan keberadaan Sistem Informasi Desa (OpenSID). Sebab berbasis data yang akurat dan informatif, program penanggulangan kemiskinan dipastikan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam Website Resmi Desa Rarang Selatan, Kepala Desa Rarang Selatan, Marius bersama Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan, Muhammad menyampaikan, penggunaan sistem informasi desa (OpenSID) memberikan banyak kemudahan-kemudahan dalam pelayanan masyarakat maupun data yang ada di desa.

“Kita berharap dengan kunjungan ini memberikan manfaat dan dampak baik
ke depannya bagi Desa Rarang Selatan, ucap Kepala Desa Rarang Selatan, Marius.

Ingin Semua Desa Manfaatkan SID

Lebih rinci disampaikan Kaur Pemerintahan yang juga Operator OpenSID Rarang Selatan, Muhammad. Menurutnya, keberadaan
OpenSID tidak hanya membantu, namun jauh lebih memberi manfaat. Betapa tidak, dengan pemanfaatan OpenSID Desa Rarang Selatan, bahkan jadi trend centre alias buah bibir di Kabupaten Lombok Timur.

Pasalnya mampu gunakan teknologi informasi
dengan baik penunjang progresivitas pembangunan Desa Rarang Selatan.
“Alhamdulillah, Bapak Kepala Bappeda bahkan ingin melihat seluruh desa di NTB
bisa manfaatkan OpenSID untuk kemajuan dalam keterbukaan informasi,
pengelolaan data dan pelayanan maksimal bagi masyarakat,”ungkap Kaur Pemerintahan Drsa
Rarang Selatan ini via telepon genggamnya kepada OpenDesa, Sabtu (5/8/2021) siang.

Kunjungan Kepala Bappeda ini menjadi persiapan awal kehadiran Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah ke Desa Rarang
Selatan dan sejumlah desa lainnya di Kabupaten Lombok Timur. Kehadiran Wakil
Gubernur, kata Muhammad, salah satu tujuannya melihat secara langsung pemanfaatan OpenSID yang mencuri perhatian pengembangan teknologi informasi di Desa
Rarang Selatan.

“Kita belum tahu pasti kapan tanggal dan hari kunjungan Gubernur. Namun rencana
awal seperti informasi yang kita dapatkan, pada pekan Ketiga September ini,”ucap Muhammad.


Sejumlah Desa adopsi nyata dalam hal pendataan dan keterbukaan informasi yang dibangun Desa Rarang Selatan, memotivasi dan ingin diadopsi sejumlah desa dan pemerintah kecamatan di NTB.

Kolaborasi Masyarakat untuk Pelayanan Kesejahteraan (Kompak), juga antusias dan siap bersinergi dengan OpenDesa. Sebab lembaga yang didanai oleh Pemerintah Australia ini, memiliki tujuan yang sama untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan mengatasi kesenjangan ekonomi.

“Bapak Kepala Bappeda, berharap kepada Kompak agar siap memfasilitasi desa di NTB bisa memanfaatkan OpenSID,” pungkas Muhammad menuturkan kembali keinginan yang disampaikan, Kepala Bappeda Irwandi saat berkunjung ke Rarang Selatan beberapa waktu lalu.(*)

Kembali Raih Keterbukaan Informasi Terbaik, 3 Tahun Beruntun Pertahankan Nagari Informatif se-Sumbar

Pemerintahan Nagari, Prestasi — Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang (Sitapa, red), Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, kembali torehkan prestasi dalam bidang keterbukaan informasi publik, Sumatera Barat, kategori Desa/Nagari di tahun 2020.

Penghargaan Anugrah Keterbukaan Informasi Publik & Achievement Motivation Person AWARD 2020 Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat itu, diserahkan langsung, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada Sekretaris Nagari sekaligus Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Herry Wanda, di Grand Zuri Hotel, Padang, Rabu(25/11). 

Pemerintahan Nagari sebagai Badan publik ke depan seharusnya tidak hanya melaksanakan keterbukaan informasi publik prosedural semata. Artinya melaksanakan kegiatan sesuai dengan tekstual UU dan hanya sekedar lepas tanggung jawab saja. Namun yang diharapkan adalah keterbukaan informasi publik yang substantif. Yaitu harus berkomitmen dan melakukan upaya upaya inovatif serta membumikan keterbukaan informasi publik ke tengah masyarakat. 

“Alhamdulillah, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu padang panjang bisa mempertahankan  dan  kembali meraih penghargaan sebagai, nagari informatif dengan peringkat 1 nominasi keterbukaan informasi publik kategori nagari,”ucap Sektetaris Nagari,  Herry Wanda, Rabu(25/11) usai menerima penghargaan. 

Memiliki terobosan-terobosan digitalisasi nagari, Herry Wanda yang berlatar belakang pendidikan ilmu komputer ini, mewujudkan nagari yang informatif. Mengajak masyarakat mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mengakses informasi bermanfaat.

Inovasi kedepannya, kata Herry Wanda yang juga Sekjen Sekretariat Nasional Desa Digital Terbuka (Open Desa) ini, nagari harus selalu bisa mengembangkan sistem informasi ini sesuai kebutuhan di nagari dan berdasarkan peraturan dan perundangan terkait administrasi desa. 

“Masyarakat Cerdas, Badan Publik Informatif, Walau di Masa Pandemi,”tambah Seknag yang biasa disapa Wanda ini,  kian percaya diri dengan sumber daya terbatas, jika berkomitmen dan bersungguh-sungguh akan bisa mencapai hasil terbaik.

“Dimulai tahun 2017 meraih penghargaan nominasi 4 (empat) dan dari tahun 2018 , 2019 hingga 2020 alhamdulillah peringkat terbaik dan bisa  mempertahankan penghargaan Nagari Informatif dan peringkat satu Terbaik, kategori desa/nagari terbaik di Provinsi Sumatera Barat. Informasi publik hak anda untuk tahu sesuai UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2018 tentang Standar Layanan Informasi Publik Desa,”pungkas Herry Wanda.