OpenDesa Gelar Lomba Pusat Data Desa

“Lomba ini akan dibagi menjadi Dua Kategori, kategori desa secara umum dan kategori desa dengan Indeks Desa Mambangun (IDM) Tertinggal. Selain uang tunai juga ada hadiah berupa 1 tahun OpenSID Premium, sertifikat dan baju kaos,”terang Sekretaris Jenderal OpenDesa, Herry Wanda, Sabtu(6/8). 

OpenSID Sosialisasikan Fitur Baru 22.01 Peningkatan Layanan Warga

Sosialisasi : Sosialisasi fitur baru rillis OpenSID 01.22 Peningkatan Layanan Warga

OpenDesa–Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa) sosialisasikan pengembangan fitur-fitur terbaru pemanfaatan layanan bagi warga. Sosialisasi virtual yang sebelumnya bernama Tanya Jawab rilis, menjadi sumber informasi penting bagi pengguna dan calon pengguna OpenDesa.

Sosialisasi, Jumat (7/1/022) malam tersebut, menghadirkan pegiat OpenDesa, Andi Fahruddin Akas dan Davit Kurniawan. Menjadi agenda penting, sosialisasi bulanan ini merupakan wadah bagi pengguna maupun calon pengguna OpenDesa untuk mengetahui fitur-fitur terbaru menuju desa digital cerdas dan keterbukaan informasi publik. 

Andi Fahrudin Akas memaparkan, produk OpenDesa, mulai dari Sistem Informasi Desa Terbuka (OpenSID) untuk desa dan Sistem Informasi Dashboard Kecamatan  (OpenDK) ntuk kecmatan.

“Pengguna OpenSID mobile bisa melakukan akses via telepon pintar. Selanjutnya pengembangan layanan aplikasi, Posyandu dan Stunting yang terintegrasi dengan sumber data OpenSID, juga sedang dikembangkan”ucap Andi Fahruddin Akas. 

OpenDesa makin produktif untuk layani masyarakat, bahkan pengguna juga sudah bisa memanfaatkan layanan lapak untuk membantu warga agar bisa melakukan transaksi jual beli pada fitur lapak. Bisa diunduh, dengan syarat pengguna OpenSID premium. Fitur aplikasi mobile ini hampir sama dengan yang ditampilkan web, seperti data penerima bantuan misalnya,”terang Akas.

Tidak Itu saja, fitur pengaduan juga dikembangkan dan bisa diakses secara langsung oleh masyarakat umum dari desa maupun dari luar desa. “Itulah beberapa fitur baru yang dikembangkan OpenDesa saat ini. Ini informasi umum yang bisa kita paparkan,”tutup Akas. 

Pada kesempatan yang sama, pegiat OpenDesa, David Kurniawan menghimbau, desa-desa yang ada di Indonesia harus mengetahui lebih jauh manfaat dari produk-produk yang dikembangkan para pegiat OpenDesa. Produk-produk yang disediakan secara gratis ini sangat disayangkan jika tidak bisa dimanfaatkan. Padahal sangat membantu desa lebih cepat memajukan desa dalam pemanfaatan teknologi informasi. 

“OpenDesa tidak berafiliasi pada organisasi apapun, sehingga pengembangannya hanya berorientasi untuk memajukan desa dengan fitur-fitur yang dirancang secara efektif. Hanya saja masih ada desa yang belum mau menerima manfaat ini. Padahal kita sangat butuh bantuan teknologi untuk bergerak lebih cepat di Desa. Namun kabar baik dan contoh baiknya bisa kita lihat di Provinsi Lampung. Saat ini Lampung sepakat untuk menuju Smart Village dengan pemanfaatan digitalisasi,”ucap David yang juga pegiat Smart Village Provinsi Lampung ini.

Sejalan dengan rencana secara nasional, untuk mengintegrasikan pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi informasi. ”Bila ingin mengembangkan wisata, ekonomi, e-commerce, bisa maju bersama OpenDesa lewat penggunaan aplikasi yang terus dikembangkan,”ajak Davit Kurniawan, pegiat Opendesa yang berdarah Minang ini. 

Aplikasi perlu dikembangkan secara berkelanjutan dan harus terus diperbaharui. Bahkan saat ini, kata Davit, ada pembicaraan secara nasional terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan metadata.”Kedepan bukan tidak mungkin, kita di OpenDesa yang akan menjadi salah satu penggeraknya. Misalnya dengan Meta Desa atau sebagainya. Saran saya utus satu orang untuk bisa mengikuti keberlangsungan OpenDesa,”harap Davit. 

Kesinambungan perbaikan tata laksana pemerintahan desa melalui teknologi informasi menjadi jaminan keberlangsungan OpenSID ini. sehingga perlu dibangun dengan model ekosistem seperti yang saat ini dilakukan OpenDesa. Caranya, berkontribusi bersama, lakukan pembaharuan dan terus bergerak dinamis melahirkan ide-ide baru melayani dan melahirkan fitur-fitur terbaru sesuai kebutuhan. 

“Kemudian soal asas OpenDesa, secara umum kita merupakan gerakan sosial dan nirlaba. Tdak berorientasi pada keuntungan secara pribadi, sebab aplikasi disediakan gratis. Namun memang ada fitur premium sebagai wujud upaya penggalangan dana untuk kebutuhan kelangsungan pegembangan. Wajar ada cost untuk mengembangkan aplikasi yang lebih baik. Sehingga juga akan memberi manfaat bagi kita semua, pengguna maupun pengembang untuk terus berkarya,”papar David Kurniawan. 

Mewujudkan desa Indonesia yang tersambung secara digital ini, sebentar lagi akan bisa terwujud. Sebab saat ini, pengguna terus bertambah dengan minimal 10 desa perhari.

”OpenDesa semakin besar setiap hari dan akan bisa menghubungkan satu desa dengan desa lainnyadi nusantara. Ini akan menjadi wadah untuk saling berbagi informasi. Inilah alasan, kenapa kita harus bergabung dan bergerak bersama untuk mewujudkan kemajuan desa melalui digitalisasi. OpenDesa, terus mengembangkan kebutuhan aplikasi untuk desa ,”pungkas David Kurniawan.(*)

Terus Bergerak, Pegiat OpenDesa Bimbing Operator SID Komsel 

Bimtek : Penggiat OpenDesa, ForSID Luwu, Sulawesi Selatan, Aziz Aripudin berikan bimbingan teknis untuk Operator dan Sekdes Komba Selatan guna pemanfaatan OpenSID.

OpenDesa–Terus tularkan kebaikan bergerak menuju desa digital cerdas, penggiat Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa) dari ForSID Luwu, Aziz Aripudin, bimbing Operator Sistem Informasi Desa (SID), Desa Komba Selatan (Komsel) Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, beberapa hari lalu. 

“Kita latih Tiga orang yang akan menggerakkan SID Komba Selatan pada agenda Pelatihan Sistem Informasi dan Pelayanan Digital OpenSID bagi Operator Desa. Kita berikan pelatihan untuk Sekretaris Desa Komba Selatan dan Dua orang Operator Administrasi dan Pelayanan Desa,”ucap Pegiat OpenDesa ForSID Luwu, Aziz Aripudin yang juga CEO A24BC ini. 

Mitra pendamping Desa Digital Pemerintah Desa Komba Selatan sejak tahun 2020 ini menjelaskan, Kepala Desa Komba Selatan H. Nasir K, BA yang sempat mengikuti kegiatan ini sangat terkesan dengan sistem digital OpenSID ini karena dapat memudahkan pelayanan kepada warga desa. 

“Kemudahan layanan pembuatan surat menyurat, database warga, potensi desa, pengaduan qtqu keluhan secara online, laporan Stunting Desa maupun sistem database Pajak Bumi Bangunan (PBB) Desa dan lainnya,”tambah Aziz.  

Selain itu Kepala Desa Komba Selatan juga berharap dengan hadirnya SID dapat menunjang sistem pelayanan di kantor Desa Komba Selatan menjadi lebih baik dan akses keterbukaan informasi publik kepada warga desa dan dunia luar berjalan dengan baik dan sesuai harapan bersama untuk menjadikan Desa Komba Selatan sebagai salah satu Desa Cerdas di Kabupaten Luwu.

Aziz Aripuddin yang hubungi OpenDesa mengatakan, OpenSID ini sudah dipakai ribuan Desa di seluruh Indonesia dan kami terus meningkatkan fitur dan update setiap bulan kepada para Mitra OpenDesa khususnya Mitra Premium dimana mereka mendapatkan berbagai fasilitas selama berlangganan sistem OpenSID seperti update gratis dan permintaan fitur sesuai kebutuhan desa. 

Selain itu, kata Aziz, melalui OpenSID ini terdapat ruang bagi warga desa untuk memasarkan produk, jasa dan berbagai potensi ekonomi di desa dalam Lapak Desa Online  atau marketplace Desa secara gratis. 

“Kedepan OpenSID akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada para Mitra Pemerintah Desa untuk menuju Desa Cerdas Berdata sehingga desa dapat melakukan berbagai aktivitas pelayanan secara Online dan dapat diakses dari mana saja,”jelas Aziz(*)

Pendaftaran Webinar OpenDesa 22.06 Dibuka, Peserta dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga NTT Bergabung

Poster

OpenDesa–Makin antusias para pegiat kemajuan digitalisasi desa di Indonesia mengikuti sosialisasi Webinar OpenDesa. Jika sebelumnya pada webinar 22.05, sebanyak 190 peserta dari seluruh penjuru nusantara bergabung,  hingga, Kamis(02/06/2022), peserta dari berbagai desa di Nusantara sudah mendaftarkan diri untuk ikut webinar 22.06. 

“Hingga hari ini, sudah bergabung para pegiat dan pejuang digitalisasi dari berbagai desa yang tersebar mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawan dan Nusa Tenggara Timur,”ucap Manajer Divisi Peningkatan Komunitas OpenDesa, Ngudi Parnoto, Kamis(02/06/2022) siang.

Mengusung tema “Mewujudkan Digitalisasi Desa dengan Memanfaatkan Data Adminduk di Desa”, webinar 22.06 akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 10 Juni 2022 pukul 13.30 WIB. Bagi pejuang dan pegiat desa cerdas untuk Indonesia, bisa bergabung melalui tautan di QR Code pada poster webinar. 

Peserta akan dibekali dengan informasi-informasi menarik terkait langkah digitalisasi desa untuk kinerja pemerintahan berbasis teknologi informasi bersama narasumber-narasumber berkompetensi di bidangnya. 

Kali ini, hadir sebagai Narasumber, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh, S.H, serta Programmer OpenDesa serta pegiat OpenDesa yang juga Owner Dj Corp, Davit Kurniawan.(*)

Bergerak Mandiri, OpenSID Desa Mojowarno Diam-Diam Dilirik

Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ kunjungi Kantor Desa Mojowarno, Senin(23/05/2022) akhir bulan lalu.

OpenDesa–Miliki Sistem Informasi Desa (SID) OpenSID dan mampu mewujudkan Smart Village, Desa Mojowarno mulai jadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rembang. Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ kunjungi Kantor Desa Mojowarno, Senin(23/05/2022) akhir bulan ini. 

Wabup Hanies mendengar penjelasan admin Sistem Informasi Desa (SID), Fahrurrohim tentang penerapan sistem informasi Desa Mojowarno yang telah berjalan. Desa Mojowarno juga sudah memiliki Anjungan Desa Mandiri (ADM) yang dibeli dari APBDes tahun 2022. ADM ini yang bisa digunakan warga desa setempat untuk mengurus berbagai pelayanan dan layanan chatbot 24 jam melalui aplikasi Telegram.

Smart village Mojowarno ini lebih ke mengemas website mojowarno-rembang.desa.id yang menggunakan domain dari Dinas Kominfo Kabupaten Rembang. SID ini menjadi sistem informasi yang ideal sesuai apa yang diharapkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Di dalam web Pemerintah Desa menyajikan informasi tentang laporan keuangan, pembangunan, data statistik dan berbagai macam informasi desa lainnya. Selain itu warga desa juga bisa mengakses layanan secara mandiri melalui Anjungan Desa Mandiri. Gerak maju lebih cepat nyata diwujudkan Desa Mojowarno. 

Dikutip dari laman website Desa Mojowarno, bahkan ADM dimanfaatkan warga untuk mengecek bantuan sosial warga, mengecek kartu KIS PBI, informasi keuangan Desa, progres pembangunan di Desa serta informasi lainnya yang dibutuhkan oleh warga termasuk mengurus surat pengantar akan menikah, surat pengantar untuk usaha, atau surat domisili sampai aduan warga.

Warga bisa menggunakan Anjungan Desa Mandiri memakai KTP Elektronik. Bahkan dari rumah juga bisa, memakai mobile app, atau pakai google itu juga bisa tanpa harus datang, jadi layanan 24 jam sudah terlayani, begitu datang ke desa langsung tinggal ambil surat. 

Tiap hari rata- rata yang mengakses web mojowarno-rembang.desa.id ada 1000 viewer. Facrurrohim menyebutkan kunci suksesnya penyajian layanan tersebut yakni, adanya komunikasi yang baik antara Pemdes dan warga serta admin yang mau belajar dan menata data desa.

Setelah melihat langsung layanan yang diberikan Pemdes Mojowarno kepada warganya, Wabup sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Desa Mojowarno yang telah mendukung visi misinya bersama Bupati H.Abdul Hafidz untuk menjadikan Rembang sebagai Smart City atau Kota Pintar.

“Nanti kalau ini benar- benar jalan , sistemnya sudah oke , efeknya sudah kemana- mana. Karena digitalisasi ini merupakan suatu kebutuhan mutlak dan harus kita lakukan terutama dalam pelayanan, ” ungkap Wabup bangga.

Wabup berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa mendorong agar smart village Mojowarno ini bisa ditiru Pemdes lainnya.

“Mulai dulu dari Kaliori, yang paling dekat sini seperti Desa Tambakagung, Dresi Kulon dan Sambiyan. Tiga desa terdekat ini bisa mencontoh terlebih dulu,” imbuhnya.

Menurut Wabup jika biaya yang dikeluarkan untuk keperluan Mojowarno Smart Village besar , itu hal wajar. Namun semua itu terbayarkan dengan manfaat yang didapatkan oleh warga dan Pemdes itu sendiri. Website Pemdes Mojowarno mengeluarkan anggaran sekitar Rp 1 juta per tahun. Sedangkan untuk biaya pembelian anjungan desa mandiri sebesar Rp 20 jutaan.

Sebelumnya, kendala minimnya perhatian jadi keprihatinan masyarakat dan Pemerintah Desa Mojowarno. Sebab pemerintahan lebih tinggi low respon untuk langkah digitalisasi demi pembangunan sistem informasi desa. Sehingga membuat pegiat kemajuan desa sedikit jengkel.(*)

Terapkan e-Voting Pilkades, Pemprov Lampung Motivasi Peserta Webinar OpenDesa

Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung, Zaidirina Wardoyo S.E., M.Si.
Webinar : Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung, Dr. Zaidirina Wardoyo S.E., M. Si.,
saat menjadi narasumber webinar OpenDesa 22.05, Jumat(13/05/2022.

OpenDesa–Menjadi salah satu provinsi di pulau Sumatera yang sangat antusias dengan pemanfaatan teknologi digital, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kabupaten Pringsewu, bakal segera terapkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Delapan Kecamatan menggunakan basis data Sistem Informasi Desa Terbuka (OpenSID).

Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung, Zaidirina saat menjadi narasumber Webinar OpenDesa 22.05, dihadapan 190 peserta,  Jumat(13/5/2022) siang. Diwujudkannya langkah menuju Lampung Smart Village, memotivasi peserta webinar yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. 

“Melaksanakan e-voting di 98 TPS pada 19 desa yang tersebar di Delapan kecamatan di Kabupaten Pringsewu bakal digelar 18 Mei tahun 2022 ini. Ini memanfaatkan data DPT dari Sistem Informasi Desa (SID) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP elektronik. Ini akan disaksikan dan akan menjadi percontohan bagi provinsi dan kabupaten kota lainnya di Indonesia,”harap, Zaidirina. 

Menjadi bagian upaya mensukseskan program Smart Village Provinsi Lampung, OpenSID yang dikembangkan para pegiat digitalisasi desa dari Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa), menjadi langkah nyata memaksimalkan kinerja menuju desa cerdas. 

“Saya sangat apresiasi dengan OpenSID, memiliki banyak suplemen data untuk kemudahan pelayanan. Sebut saja ada sistem keamanan, informasi publik, pengembangan lainnya sesuai kebutuhan desa dalam pelayanan publik dan pemerintahan. Bahkan terus dikembangkan untuk mendukung setiap kebutuhan desa dengan data yang validasinya akurat, cepat dan transparan,”tambah Kadis PMDT sedikit mengulas kemudahan menggunakan SID. 

Bahkan Provinsi Lampung juga mengembangkan lebih jauh pemanfaatan OpenSID melalui program Smart Village untuk Samsat Desa Elektronik (e-Samdes) hingga e-Bumdes dengan suplemen-suplemen yang sangat mendukung demi kemajuan desa memanfaatkan pengelolaan data dari sumber Sistem Informasi Desa.

”Bahkan dengan Program Smart Village sesuai arahan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, smart village juga menerapkan Kartu Petani Berjaya (KPB) sebagai wujud Sistem Pemerintahan Berbasis Elektonik (SPBE) untuk pengelolaan kebutuhan pertanian bagi petani,”sambung Zidirina.      

Mendengar pemaparan yang disampaikan Kepala Dinas PMDT Lampung, peserta Webinar OpenDesa 22.05 terlihat bersemangat ingin menerapkan aplikasi sumber terbuka (open Source) yang dimiliki OpenDesa. Aplikasi OpenSID umum yang bisa digunakan secara gratis ini, benar-benar dirancang untuk memajukan desa dengan Zero Cost.

Para peserta webinar OpenDesa dari berbagai provinsi semangat mempertanyakan bagaimana pengimplementasian OpenSID. Seperti yang ditanyakan, Saiful Rahmat dari Pamekasan, Jawa Timur, Bagus Setiawan dari Provinsi Jawa Barat dan Yuhefizar dari Provinsi Sumatera Barat. 

Dalam webinar OpenDesa yang mengusung tema “Mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)” ini, Kadis PMDT Provinsi Lampung, Zaidirina dan Davit Kurniawan dari OpenDesa yang merupakan Head Of Smart Village Program Smart Village Provinsi Lampung serta Narasumber Teknis OpenDesa, Yogi Perdana, menjelaskan dengan rinci bagaimana penerapan aplikasi sisitem informasi desa.(*)  

Menuju Prestasi Provinsi, Bupati Muaro Jambi Apresiasi OpenSID Mekarsari

Apresiasi : Bupati Muaro Jambi, Hj. Masnah Busro saat menyatakan apresiasi untuk Desa Mekarsari, Kecamatan Kumpeh yang mampu menerapkan kemajuan menggunkan Sistem Informasi Desa OpenSID menuju Desa Digital Cerdas dan Smart Village.

Muaro Jambi, OpenDesa–Berpacu menuju desa digital cerdas, Mekarsari, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, melaju pesat bersama Sistem Informasi Desa Terbuka (OpenSID). Aplikasi yang dikembangkan Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa) ini, mendapat apresiasi Bupati Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Masnah Busro.

Bergabung menjadi pengguna OpenSID sejak Juni 2021, Desa Mekarsari, Kecamatan Kumpeh, mampu memberikan yang terbaik untuk kinerja pemerintahan desa dan layanan publik. Sehingga dilirik sebagai salah satu desa digital yang cerdas dan membawa Desa Mekarsari meraih prestasi mulai dari Kecamatan Kumpeh hingga Kabupaten Muaro Jambi. 

Bahkan, bulan Mei ini diutus mewakili Kabupaten Muaro Jambi ke tingkat Provinsi Jambi. Mulai dari layanan data, administrasi kependudukan dan pelayanan administrasi publik mampu diwujudkan Desa Mekarsari.

“Kita apresiasi Pemerintah Desa Mekarsari yang telah sukses mengaplikasikan desa digital dan Smart Village yang diintegrasikan dengan pelayanan administrasi digital dan anjungan desa mandiri. Semoga ini bisa menjadi motivasi dan contoh bagi desa lainnya di Muaro Jambi dan Provinsi Jambi guna wujudkan desa digital,”ucap Hj. Masnah Busro Bupati yang membawahi sekitar 150 desa ini. 

Bersama Belasan ribu desa di Indonesia yang tergabung menjadi pengguna OpenSID, Mekarsari saat ini sudah bisa melayani masyarakat yang sudah memiliki ponsel berbasis Android, cukup dengan mengakses aplikasi dari genggaman untuk kebutuhan pengurusan administrasi yang dibutuhkan secara cepat. 

Bahkan bagi masyarakat di desa yang belum memiliki perangkat ponsel Android, Desa Mekar Sari juga sudah memiliki sebuah kotak pintar, Anjungan Desa Mandiri (ADM). Aplikasi yang terhubung secara online, menjadi model kemudahan pelayanan dan akses bagi masyarakat melalui website Desa Mekar Sari dengan alamat : https://mekarsari-kumpeh.desa.id.

“Saya tidak menyangka ada sistem yang sangat aplikatif untuk menciptakan desa lebih maju dalam hal teknologi informasi. Lengkap, mudah dan gratis lagi,”ucap Budi Saputra, Kepala Urusan (Kaur) Umum, Desa Mekarsari, Kecamatan Kumpeh yang sekaligus operator. 

Awalnya, kata Budi, dirinya bertekad untuk menciptakan desa menjadi desa digital. Bagaimana kemajuan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk kemudahan pekerjaan dan pelayanan masyarakat, meski di daerah yang berada jauh dari pusat Kabupaten Muaro Jambi dan Provinsi Jambi. 

Sebelumnya, ada sistem informasi desa yang digunakan dan menjadi bagian dari program Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kabupaten Muaro Jambi, namun akhir-akhir ini, tidak lagi digunakan. Sebab dinilai membutuhkan biaya tinggi untuk pengaplikasiannya. 

OpenSID dari OpenDesa, menjawab semua kebutuhan desa. Sehingga mampu mencuri perhatian Desa Mekarsari hingga Kecamatan Kumpeh. Bahkan Camat Kumpeh, Dicky Ferdiansyah, sangat tertarik dengan apa yang dilakukan Desa Mekarsari dan mendukung penuh upaya yang tengah dilakukan dalam upaya digitalisasi desa. 

“Melihat Mekarsari mampu dengan cepat menyajikan data, melayani administrasi dengan mudah hingga berbagai keunggulan lainnya, membuat Mekarsari, Kumpeh jadi sorotan. Setidaknya 15 Desa dengan 1 Kelurahan di Kecamatan Kumpeh mulai antusias ingin menggunakan OpenSID untuk sistem informasi desa,”cerita Budi saat di wawancarai OpenDesa, Selasa(10/5) malam. 

Camat Kumpeh, Dicky Ferdiansyah yang juga sangat antusias dengan program pemanfaatan teknologi informasi digital ini, terdengar bersemangat agar OpenSID bisa aplikatif di semua desa yang ada di Jambi.

“Sepertinya, sejak Kabupaten Muaro Jambi mekar dari Kabupaten Batanghari sejak 1999 lalu, perlu memacu kemajuan melalui digitalisasi seperti yang sudah dilakukan Mekarsari,”ucap Camat yang juga mantan Kabid PMD Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kabupaten Muaro Jambi ini, Selasa malam.

Kecamatan pengguna Dashboard Kecamatan Terbuka (OpenDK) ini, berharap agar setiap alur administrasi bisa diringkas dari desa hingga kecamatan dengan sistem informasi saat ini. “Artinya, masyarakat bisa dengan mudah mengurus kepentingan administrasi lewat genggaman, tidak perlu buang waktu dan biaya untuk sebuah pengurusan,”harap Dicky Ferdiansyah. 

Di Penghujung diskusi singkat via panggilan paralel WhatsApp bersama OpenDesa, Kaur Umum Desa Mekarsari, Camat Kumpeh, Selasa malam, Dicky Ferdiansyah berharap Pemerintah Provinsi Jambi maupun Kabupaten Muaro Jambi bisa meningkatkan pembinaan, merapikan data dan mengintegrasikan pelayanan publik agar lebih ringkas. 

“Membina desa, memanfaatkan teknologi informasi digital saat ini, hingga pelayanan masyarakat menjadi lebih ringkas. Harapan untuk OpenDesa, agar bisa disediakan sistem yang bisa memangkas pengurusan administrasi dari desa hingga kecamatan. Sehingga masyarakat desa tidak perlu lagi repot harus ke kecamatan setelah kelengkapan administrasi lengkap di masing-masing desa,”harap Dicky Ferdiansyah.(*)  

OpenDesa Untuk Kita

OpenDesa–OpenDesa merupakan sebuah organisasi berbadan hukum perkumpulan sesuai SK Kemenkum HAM AHU-0000481.AH,01.07.TAHUN 2019 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Desa Digital Terbuka. Organisasi nirlaba yang didirikan ini, murni sebuah upaya sosial para pegiat digitalisasi untuk memajukan desa-desa di Indonesia. 

Upaya Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa) ditujukan untuk mewujudkan desa-desa cerdas dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mulai dari masyarakat desa. Sehingga tercipta masyarakat dan pemerintahan desa yang cerdas dalam pemanfaatan teknologi digital untuk kemajuan desa secara bersama. 

Sehingga muncul inisiatif dari para pegiat digitalisasi teknologi informasi dengan kemampuan yang dimiliki untuk disumbangkan bagi desa dalam pemanfaatan teknologi. Bagaimana menghadirkan kemudahan pelayanan dan keterbukaan informasi mulai dari desa dan masyarakatnya. 

Programmer para pengembang aplikasi dari seluruh Indonesia berkolaborasi menciptakan sistem pengelolaan pekerjaan pemerintah desa secara digital. Perkumpulan Desa Digital Terbuka ini melahirkan Sistem Informasi Desa Terbuka (OpenSID). OpenSID merupakan aplikasi yang didedikasikan untuk desa-desa secara gratis.

Berhasil menciptakan dan terus mengembangkan sistem informasi desa yang aplikatif, selain OpenSID, OpenDesa juga memiliki sistem informasi terbuka untuk Pemerintah Kecamatan yang disebut dengan Dashboard Kecamatan Terbuka (OpenDK). Aplikasi ini menjadikan pemerintah desa dan kecamatan bisa terkoneksi dalam satu sistem informasi terbuka. Sehingga memudahkan dalam akselerasi pencapaian tujuan pembangunan.

Jika ingin mengetahui lebih rinci produk OpenDesa seperti OpenSID dan OpenDK, simak pada artikel lainnya di https://opendesa.id/tentang-kami/.(*) 

OpenSID Bawa Desa Kutuh Lebih Maju dan Informatif

“Terima kasih banyak pak, Desa Kami bisa lolos juga 10 Desa Cinta Statistik oleh BPS RI karena penggunaan OpenSID. Terlebih di bulan yang sama tingkat provinsi kami mendapat penghargaan Desa Informatif. Waktu itu masih menggunakan versi umum, sekarang dengan versi premium lebih joss,”ucap Kepala/ Perbekel Desa Kutuh, I Wayan Mudana, ST melalui Staff TI, I Gede Agus Sugiantara dan Made Gde Jaya Kusuma, Kamis(10/1).