Author: timparigi

OpenSID Aplikasi Gratis Untuk Desa

Pengertian Sistem Informasi Desa

Dalam konteks OpenSID, yang dimaksud dengan Sistem Informasi Desa adalah proses dan aplikasi yang:

  • Berbasis komputer
  • Mengelola informasi kantor desa
  • Mendukung fungsi dan tugas kantor desa, termasuk administrasi kependudukan, perencanaan, pelaporan, pengelolaan asset, pengelolaan anggaran, layanan publik, dsbnya

Dengan pengertian ini, jenis aplikasi yang tercakup dalam “Sistem Informasi Desa” suatu desa bisa saja lebih dari satu: misalnya OpenSID untuk pengelolaan data kependudukan, SISKEUDES untuk mengelola keuangan desa, aplikasi lain untuk mengelola BUMDes, dsbnya.

Peran dan Manfaat SID

Berikut ini dijelaskan secara singkat beberapa manfaat SID menurut pengertian di atas (tidak terbatas pada fitur yang ada di OpenSID saja).

  1. Kantor desa lebih efisien
    Misalnya, dengan memakai OpenSID, kantor desa dapat menyediakan layanan surat keterangan pada warga jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Dengan OpenSID, data penduduk sudah tersimpan dan dapat diisikan secara otomatis pada surat yang bisa dicetak langsung.
  2. Kantor desa lebih efektif
    Sebagai contoh, karena SID menyimpan data penduduk beserta atribut-atributnya, kantor desa dapat dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa mentargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran. Ini berbeda dengan proses serupa tanpa SID, di mana sering dilakukan penentuan sasaran program secara kira-kira dan tidak berbasis data.
  3. Pemerintah desa lebih transparan
    Dengan SID, pemerintah desa dapat mengelola informasi kegiatan desa dalam bentuk yang mudah disajikan kepada warga dan lebih mudah diakses warga. Misalnya, kantor desa dapat memakai SID untuk mengelola informasi perencanaan pengembangan desa dan menampilkan informasi tersebut pada berbagai media, seperti di web desa, papan pengumuman dsbnya.
  4. Pemerintah desa lebih akuntabel
    Dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan dana desa dsbnya di dalam SID yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan dana desa dsbnya.
  5. Layanan publik lebih baik
    Seperti disebut di atas, dengan SID kantor desa akan lebih efisien dan lebih efektif dalam melakukan fungsi dan tugas mereka. Karena salah satu tugas utama kantor desa adalah memberi layanan publik, fungsi ini pun akan lebih baik. Contoh sederhana yang diberikan di atas, warga akan bisa memperoleh surat keterangan yang mereka butuhkan secara lebih cepat dan dengan data yang lebih akurat.
  6. Warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa
    Dengan SID, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terrekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan.
  7. Warga dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa
    Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut ataupun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. Lebih dari itu, SID juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik.
SID diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam beberapa hal berikut:
  • Kantor Desa lebih efisien dan efektif
  • Pemerintah Desa lebih transparan dan akuntabel
  • Layanan Publik lebih baik
  • Warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa
Strategi pengembangan OpenSID adalah untuk:
  • Memudahkan pengguna untuk mendapatkan SID secara bebas, tanpa proses birokrasi
  • Memudahkan pengguna menyerap rilis SID baru
  • Memungkinkan pegiat SID untuk membuat kontribusi langsung pada source code aplikasi SID
OpenSID dikelola di Github untuk:
  • Merekam semua perubahan yg dibuat
  • Memungkinkan kembali ke revisi sebelumnya, apabila diperlukan
  • Memudahkan kolaborasi antar pegiat SID dan juga dengan desa dampingan dalam mengembangkan SID
  • Backup online source code SID yg dapat diakses setiap saat

HAK CIPTA, SYARAT, DAN KETENTUAN

Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) dibangun dan dikembangkan pada awalnya oleh COMBINE Resource Institution sejak tahun 2009. Pemegang hak cipta aslinya adalah Combine Resource Institution (http://lumbungkomunitas.net/).

Sistem ini dikelola dengan merujuk pada lisensi GNU General Public License Version 3 (http://www.gnu.org/licenses/gpl.html).

Versi di Github ini dikembangkan sejak Mei 2016, gratis dan bebas untuk dimanfaatkan dan dikembangkan oleh semua desa. Hak Cipta OpenSID sekarang dipegang oleh Perkumpulan Desa Digital Terbuka (https://opendesa.id), lembaga hukum yang sengaja dibentuk untuk mengelola OpenSID.

DEMO

Demo aplikasi OpenSID dapat dilihat di https://demo.opensid.or.id. Versi yang terlihat di demo itu adalah rilis Umum terkini. Modul administrasi demo OpenSID dapat diaskses pada https://demo.opensid.or.id/index.php/siteman. Masukkan Username = admin dan Password = sid304.

OpenSID V21.05 telah rilis

Tanggal 01 Mei 2021 OpenSID V21.05 resmi dirilis. Di rilis ini, versi 21.05-premium, menyediakan Impor Survei Google Form ke Master Analisis. Rilis ini juga berisi penambahan fitur dan perbaikan lain yang diminta Komunitas SID.

Terima kasih pada Mochamad Arifin dan Ariandi Ryan Kahfi yang terus berkontribusi. Terima kasih pula pada Mokhamad Afila yang baru mulai berkontribusi.

Lengkapnya, isi rilis versi v21.05-premium – 2021-05-01 adalah sebagai berikut:

Penambahan Fitur

  1. #4108 – Filter arsip surat menurut bulan.
  2. #3986 – Samarkan data penduduk di server yang khusus digunakan untuk data publik saja, tidak untuk pengelolaan data penduduk.
  3. #3986 – Sinkronkan data penduduk dan keluarga dari offline ke server data publik melalui impor file.
  4. #4121 – Tampilkan evaluasi SDGs Kemendesa di web.
  5. #1994 – Sediakan fitur untuk membuat grup pengguna tambahan yg bisa diatur hak aksesnya.
  6. Tampilkan catatan rilis di Dashboard Admin.
  7. #4054 – Bisa impor survei Google Form ke master Analisis.
  8. #2836 – Sediakan Buku Tanah Desa sesuai Permendagri 47/2016.
  9. #2837 – Sediakan Buku Tanah Kas Desa sesuai Permendagri 47/2016.

Perbaikan BUG

  1. Perketat pemeriksaan file pada Database > Restore.
  2. Daftar penduduk tampil normal pada sql_mode = ONLY_FULL_GROUP_BY.
  3. Modul Pertanahan sekarang menampilkan penjelasan kalau lokasi persil tidak ditemukan.
  4. #4091 – Sekarang menu navigasi tampil di atas tombol peta pada waktu hover mouse.
  5. #4123 – Sekarang penandatangan lampiran Surat Biodata Penduduk, Surat Permohonan Kartu Keluarga dan Surat Permohonan Perubahan Kartu Keluarga tampil benar.
  6. #4118 – Sekarang urut pertanyaan/indikator analisis berdasarkan kode lebih konsisten.
  7. #4113 – Perbaiki bisa cari nama penduduk atau nama lain yg berisi tanda kutip (‘).
  8. #4129 – Sekarang menambah anggota keluarga sudah normal kembali.
  9. #1486 – Hapus isian yg tidak digunakan di form Surat Pernyataan Belum Memiliki Akta Lahir.
  10. #3352 – Perbaiki pencatatan data pengunjung web.
  11. #4131 – Sekarang tidak tampil penduduk duplikat setelah pecah atau keluarkan anggota keluarga.
  12. #4130 – Sekarang pilihan huruf yg dapat dibaca penduduk tampil pada waktu menambah KK dan anggota keluarga.
  13. Tampilkan status IDM untuk tahun 2021.
  14. #3593 – Tambahkan kolom status_dasar di file impor/ekspor data penduduk.
  15. #4135 – Sekarang halaman statis Daftar Calon Pemilih tampil normal kembali di web.
  16. #4133 – Sekarang peta tidak membatasi jumlah area yg dapat ditampilkan.
  17. #4136 – Sekarang penduduk dengan status dasar selain hidup tidak lagi tampil duplikat.
  18. #4140 – Sekarang jumlah rincian data suplemen yang tampil melalui menu statis web tidak dibatasi.
  19. #4143 – Kurangi jumlah link halaman pada paginasi Pengaturan Peta > Area supaya terlihat lebih rapi.
  20. #4148 – Sekarang bisa cari arsip layanan surat menggunakan nama penduduk berisi tanda petik (‘).
  21. #4150 – Sekarang NIK ganda tidak bisa dimasukkan lagi.
  22. #4152 – Sekarang penduduk mati/pindah/hilang yg belum kawin tidak lagi muncul di daftar penduduk lepas pada waktu menambah anggota keluarga dari penduduk yg ada.
  23. Sekarang penduduk mati/pindah/hilang tidak lagi muncul di daftar pilihan terdata data suplemen.
  24. Tulis ulang log_keluarga dan tulis ulang penghitungan statistik laporan kependudukan bulanan.
  25. #4154 – Sekarang urut pertanyaan/indikator di unduh data sensus/survei analisis lebih konsisten.
  26. Ubah keterangan Google Key menjadi Mapbox Key di pengaturan aplikasi.
  27. Sekarang bisa kembali tambah penduduk dengan NIK 0. [bug-fix]
  28. Tampilkan penandatangan yg benar di Laporan Penduduk per Wilayah, Surat Keluar dan Buku Data Aparat Pemerintahan Desa. [bug-fix]
  29. Sekarang penduduk tidak tampil ganda di Kependudukan > Penduduk jika menjadi peserta di lebih dari satu program bantuan. [bug-fix]

Perubahan Teknis

  1. Pindahkan folder cache ambil status release dan status IDM ke folder ‘cache’.

Panduan OpenSID

OpenSID adalah Sistem Informasi Desa (SID) yang sengaja dirancang supaya terbuka dan dapat dikembangkan bersama-sama oleh komunitas peduli SID. Untuk memudahkan desa-desa dalam menggunakan Aplikasi OpenSID Komunitas OpenSID telah membuat panduan berbentuk wiki di github selain itu terdapat pula panduan dalam bentuk video yang tersedia di chanel YouTube komunitas OpenSID

Dibawah ini telah kami rangkum judul-judul panduan yang tersedia di wiki Github OpenSID, sehingga cukup mengklik judul panduan maka akan di arahkan ke panduan yang berada di Github.

Install dan Update

Database

Info Desa

  1. Identitas Desa
  2. Wilayah Administratif
  3. Pemerintah Desa
  4. Status Desa
  5. Layanan Pelanggan

Kependudukan

Statistik

Layanan Surat

Sekretariat

Keuangan

Buku Administrasi Desa

Pemetaan

SMS

Pengaturan

Admin Web

Layanan Mandiri

Halaman Layanan Mandiri

Mandiri Beranda
Mandiri Profil
Mandiri Surat
Mandiri Pesan
Mandiri Bantuan

OpenSID Versi 21.03-premium telah rilis, simak perubahannya

Seperti biasa setiap tanggal 01 dilakukan rilis OpenSID, pada rilis kali ini perubahannya Antara lain ditambahkan fitur untuk rekam foto penduduk langsung menggunakan HP. Juga ditambahkan Buku Rekapitulasi Jumlah Penduduk, Buku Penduduk Sementara dan Buku KK / KTP sesuai Permendagri No 47 Tahun 2016.
Lengkapnya, berikut daftar perubahan pada v21.03-premium:
1. Perbaiki jumlah KK di Statistik> Laporan Bulanan. [perbaikan bug]
2. # 3977: Urut proporsi di rincian pembangunan sudah. [perbaikan bug]
3. Sesuaikan gambar default penduduk dan pamong di semua tampilan berdasarkan jenis kelamin penduduk.
4. Perbaiki menampilkan foto anggota kelompok di Kependudukan> Kelompok. [perbaikan bug]
5. Seragamkan penerapan desa / rw / rt di form keluarga dan penduduk. [teknis]
6. Perbaiki urut daftar penduduk berdasarkan umur. [perbaikan bug]
7. # 3985, Sekarang waktu komentar di widget Komentar sesuai dengan waktu komentar di artikel. [perbaikan bug]
8. Perbaiki pemanggilan setting_model tidak berulang-ulang. [teknis]
9. Perjelas pilihan Pengaturan> Modul> Penggunaan Server, dan menu sesuaikan navigasi utama.
10. # 4000: Sekarang filter dan cari daftar pemilih normal kembali. [perbaikan bug]
11. # 4001: Program filter sekarang bantuan di daftar penduduk normal kembali. [perbaikan bug]
12. Kueri sederhanakan penduduk lebih cepat. [teknis]
13. # 3994: Unggah foto penduduk langsung ambil dari kamera HP / DSLR.
14. Sesuaikan laporan keuangan untuk transaksi dengan uang muka.
15. # 3991: Tambahkan pencatatan identitas penduduk KIA (Kartu Identitas Anak).
16. # 3992: Perbaiki beberapa error javascript di tema natra. [bug]
17. Kembali menampilkan remah roti dan tombol Kembali di Formulir layanan cetak surat. [perbaikan bug]
18. Kembalikan pengambilan data covid untuk peta web dari api.kawalcorona.com.
19. # 4011: Sediakan tombol mencetak surat PDF pada Layanan Surat> Cetak Surat.
20. Sediakan alternatif mencetak surat dalam format PDF menggunakan LibreOffice yang berdiri sendiri. [teknis]
21. Library yang mudah HTML2PDF dan TCPDF. [teknis]
22. Hapus Library CIQRCODE dan gantikan dengan TCPDF untuk mengurangi duplikasi. [teknis]
23. # 4030: Hapus pilihan untuk kepala keluarga penduduk lahir. [perbaikan bug]
24. # 2833: Sediakan Buku Administrasi Penduduk> Buku Rekapitulasi Jumlah Penduduk.
25. # 2834: Sediakan Buku Administrasi Penduduk> Buku Penduduk Sementara.
26. # 2835: Sediakan Buku Administrasi Penduduk> Buku Tanda Penduduk dan Buku Kartu Keluarga.
27. Perbaiki data urut tabel, seperti daftar penduduk, kembali menyeluruh dan tidak hanya per halaman. [perbaikan bug]
Untuk membayar Premi, mohon lihat https://www.opendesa.id/mengonlinekan-opensid/ . Sebagai aplikasi yang dikembangkan secara bersama-sama, maka berlangganan fitur Premium adalah cara yang paling bisa menjamin keberlangsungan pengembangan OpenSID.
Rilis Premium yg telah lunas akan masuk ke rilis Umum setelah jeda waktu yg mulai sekarang akan menjadi 6 bulan (dari tadinya 3 bulan), untuk menghargai kontribusi pelanggan, dan sebagai insentif bagi lebih banyak desa ikut mendukung.

SEGERA RILIS…..! SURAT DI OPENSID DAPAT DIPASANG QR CODE

Selain fitur untuk menambahkan Foto, akan ditambahkan juga fitur untuk menambahkan QRCode pada Surat.

Pada waktu pembuatan surat pada menu Layanan Surat -> Cetak Surat, pilih YA pada “Tampilkan QRCode di Surat” maka akan ada 3 jenis isi QRCode yg dapat dipilih:

  1. Konfirmasi Validitas Surat

QRcode akan berisi Link ke server OpenSID desa untuk memastikan validitas / keabsahan surat.

 

  1. Link ke Dokumen Surat (PDF)

QRcode akan berisi Link ke server OpenSID desa untuk mengunduh langsung dokumen surat dalam bentuk PDF.

  1. Ketik isi QRcode

QRcode akan berisi Teks yang sesuai yang diisi dalam kolom isian misalnya untuk informasi desa.

Semua link QRcode akan diencrypt dan diperpendek alamatnya dengan engine url-shortener yg sudah terintegrasi di fitur ini sehingga tidak perlu memasukkan external url-shortner lagi (seperti: bit.ly, goo.gl, tinyurl, s.id).

QRcode dapat dibaca oleh berbagai piranti QR Scanner dan yang paling mudah adalah dengan aplikasi QR scanner di HP (Android / IOS).

Ketika discan di aplikasi maka tampil link atau teks, maka akan ada tombol untuk “mengunjungi website” (klik otomatis menuju link sesuai pilihan apakah untuk validasi atau unduh).

Kembali Raih Keterbukaan Informasi Terbaik, 3 Tahun Beruntun Pertahankan Nagari Informatif se-Sumbar

Pemerintahan Nagari, Prestasi — Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang (Sitapa, red), Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, kembali torehkan prestasi dalam bidang keterbukaan informasi publik, Sumatera Barat, kategori Desa/Nagari di tahun 2020.

Penghargaan Anugrah Keterbukaan Informasi Publik & Achievement Motivation Person AWARD 2020 Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat itu, diserahkan langsung, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada Sekretaris Nagari sekaligus Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Herry Wanda, di Grand Zuri Hotel, Padang, Rabu(25/11). 

Pemerintahan Nagari sebagai Badan publik ke depan seharusnya tidak hanya melaksanakan keterbukaan informasi publik prosedural semata. Artinya melaksanakan kegiatan sesuai dengan tekstual UU dan hanya sekedar lepas tanggung jawab saja. Namun yang diharapkan adalah keterbukaan informasi publik yang substantif. Yaitu harus berkomitmen dan melakukan upaya upaya inovatif serta membumikan keterbukaan informasi publik ke tengah masyarakat. 

“Alhamdulillah, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu padang panjang bisa mempertahankan  dan  kembali meraih penghargaan sebagai, nagari informatif dengan peringkat 1 nominasi keterbukaan informasi publik kategori nagari,”ucap Sektetaris Nagari,  Herry Wanda, Rabu(25/11) usai menerima penghargaan. 

Memiliki terobosan-terobosan digitalisasi nagari, Herry Wanda yang berlatar belakang pendidikan ilmu komputer ini, mewujudkan nagari yang informatif. Mengajak masyarakat mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mengakses informasi bermanfaat.

Inovasi kedepannya, kata Herry Wanda yang juga Sekjen Sekretariat Nasional Desa Digital Terbuka (Open Desa) ini, nagari harus selalu bisa mengembangkan sistem informasi ini sesuai kebutuhan di nagari dan berdasarkan peraturan dan perundangan terkait administrasi desa. 

“Masyarakat Cerdas, Badan Publik Informatif, Walau di Masa Pandemi,”tambah Seknag yang biasa disapa Wanda ini,  kian percaya diri dengan sumber daya terbatas, jika berkomitmen dan bersungguh-sungguh akan bisa mencapai hasil terbaik.

“Dimulai tahun 2017 meraih penghargaan nominasi 4 (empat) dan dari tahun 2018 , 2019 hingga 2020 alhamdulillah peringkat terbaik dan bisa  mempertahankan penghargaan Nagari Informatif dan peringkat satu Terbaik, kategori desa/nagari terbaik di Provinsi Sumatera Barat. Informasi publik hak anda untuk tahu sesuai UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2018 tentang Standar Layanan Informasi Publik Desa,”pungkas Herry Wanda.

Mengapa OpenSID Gratis ?

OpenSID dikembangkan dengan prinsip terbuka yang berarti dikembangkan bersama oleh pegiat atau komunitas OpenSID. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait lisensi OpenSID, yaitu :

  1. GRATIS dan Mudah Diperoleh.
  2. OpenSID berlisensi GPL V3, yang membolehkan pihak ketiga untuk mengubah dan juga mengkomersilkan.
  3. Tetapi setiap ubahan juga OTOMATIS berlisensi GPL V3, karena lisensi ini melekat.
  4. Kalau desa sudah terlanjur menggunakan versi ubahan yang berbayar, desa dapat mengirim script aplikasi ubahan itu ke OpenDesa, supaya fitur tambahan yang diperlukan desa dapat dimasukkan ke rilis resmi OpenSID, dengan demikian desa bisa beralih kembali ke versi OpenSID yang gratis.
  5. Perlu diingat, pihak ketiga yang menghilangkan tanda-tanda OpenSID di aplikasi ubahan mereka, telah menyalahi lisensi serta tidak MENGHARGAI upaya gotong royong komunitas untuk mengembangkan OpenSID untuk manfaat bersama.

Karena itu, mari kita perangi dan sadarkan pihak-pihak yang dengan sengaja mengubah atau memodifikasi OpenSID dan menghilangkan identitas OpenSID demi kepentingan sendiri.

Mari kita jaga marwah Aplikasi Terbuka OpenSID

Apakah aplikasi OpenSID boleh dikembangkan secara bebas oleh pihak kedua?

OpenSID berlisensi GPL V3. Lisensi ini membolehkan siapa saja mengubah aplikasi OpenSID. Tapi perlu diperhatikan bahwa lisensi GPL V3 melekat. Yaitu, setiap ubahan OpenSID juga berlisensi GPL V3. Dengan demikian, siapapun yang menerima aplikasi ubahan teresebut, melalui cara apapun (berbayar atau tidak), berhak, tanpa perlu minta izin kepada siapapun, untuk memberikan source code aplikasi ubahan tersebut kepada siapa saja.

Seandainya aplikasi ubahan yg ingin dikembangkan adalah sistem informasi desa juga, kami menganjurkan dengan SANGAT agar bekerjasama saja dengan OpenDesa, supaya tidak membingungkan desa2 pengguna. Pengguna aplikasi ubahan akan terkunci pada versi OpenSID yg diubah dan akan selamanya tergantung pada pengembang aplikasi ubahan tersebut.

Desa pengguna akan mengalami kesulitan memanfaatkan versi baru OpenSID yg gratis dirilis setiap tgl 1, karena akan bentrok dengan perubahan yg telah dibuat di aplikasi ubahan tersebut. Desa pengguna aplikasi ubahan juga tidak akan dapat memanfaatkan dukungan komunitas pengguna OpenSID terkait fitur ubahan yg mereka gunakan.

Pihak yg menjual sistem informasi desa ubahan OpenSID ke desa, walaupun tidak menyalahi lisensi, sebenarnya bertindak tidak etis karena memperdayakan desa — dan juga menyebabkan terjadinya penggunaan dana publik yang tidak optimal.

Dengan bekerjasama dengan OpenDesa, fitur tambahan selalu dimasukkan ke rilis resmi OpenSID, sehingga desa pengguna akan mudah update ke rilis baru. Selain itu, semua desa pengguna lainnya juga akan dapat memanfaatkan fitur tambahan tersebut.

Apakah OpenSID Aman Dari Hacker ?

Seperti halnya semua Sistem Informasi Desa lainnya, database aplikasi OpenSID digunakan untuk menyimpan data penduduk dan data desa lainnya yang perlu dijaga keamannya. Hanya pihak-pihak yang berhak yang diperbolehkan mengakses data tersebut. Karena itu, sangat wajar jika pihak perangkat desa dan dinas Kominfo terkait, sebelum meng-onlinekan aplikasi OpenSID mereka, ingin mengetahui apakah OpenSID aman atau lebih tepatnya, sejauh manakah penerapan keamanan di aplikasi OpenSID? Pertama-tama, kita perlu paham bahwa tidak ada satupun aplikasi online yang sepenuhnya aman dari semua serangan online, walaupun aplikasi milik negera dan lembaga komersial dengan anggaran besar dan teknologi canggih sekalipun. Kita sudah terbiasa mendengar peristiwa database perusahaan besar atau instansi negara yang sistemnya diterobos penyerang online. Meskipun resiko kebobolan selalu ada, penyedia aplikasi online terus berjalan, karena kemudahan/pendayagunaan/manfaat yang dimungkinkan oleh aplikasi online dianggap setimpal dengan resiko yang ada. Demikian juga dengan penyediaan aplikasi SID online, termasuk OpenSID. Sudah banyak aplikasi OpenSID desa dan juga aplikasi SID CRI (OpenSID berasal dari SID CRI) yang sudah online, demi memperoleh manfaat adanya SID online. Bahkan banyak aplikasi SID CRI desa yang sudah bertahun-tahun online. Pada umumnya, penyedia aplikasi online berusaha untuk mengantisipasi resiko serangan, dan menerapkan pertahanan terhadap resiko serangan tersebut. Jika terjadi peristiwa serangan, umumnya penyedia aplikasi akan mempelajari serangan yang terjadi dan menutup titik lemah yang ditemukan. Demikian juga dengan OpenSID. Kelebihan OpenSID timbul dari sifatnya yang ‘open source’, yang terbuka dan dikembangkan bersama-sama oleh komunitas OpenSID yang anggotanya adalah perangkat desa dan pegiat desa. Masukan mengenai resiko keamanan dan cara menutup kelemahan datang dari seluruh komunitas OpenSID — yaitu dari pihak-pihak yang berkepentingan — karena merekalah yang memerlukan OpenSID menjadi seaman mungkin. Ini berbeda dengan aplikasi yang dikembangkan lembaga atau perusahaan tertutup, di mana tindakan perbaikan atau penguatan keamanan belum tentu diumumkan atau diketahui — di mana pengguna hanya bisa mendapatkan informasi yang diberikan oleh pengembang dan tidak bisa memeriksa sendiri. Karena pengembangan secara komunitas tersebut, keamanan OpenSID terus meningkat. Versi baru OpenSID dirilis secara rutin (sekarang sebulan sekali), dan perbaikan keamanan selalu diberi prioritas pada setiap rilis. Bahkan perbaikan keamanan yang bersifat kritis bisa dirilis kapan saja. Di kalangan komunitas OpenSID, ada beberapa pegiat yang mengkhususkan diri untuk berurusan dengan keamanan aplikasi OpenSID.

Penggunaan OpenSID Online

Penggunaan OpenSID online dapat dibagi dalam tiga bagain :

  • Pengunjung publik
  • Layanan mandiri bagi warga
  • Akses administrasi OpenSID untuk perangkat desa

Pengunjung Publik Pengunjung publik dapat menampilkan artikel dan melihat laporan yang disediakan oleh administrator. Adalah tanggung jawab administrator untuk memastikan setiap artikel dan laporan hanya berisi data yang boleh dilihat oleh publik. Dalam hal ini resiko kemanan terbatas pada apakah pengunjung dapat mengisi alamat web (url) yang dapat menampilkan data yang seharusnya bukan untuk pengunjung umum. Untuk menghindari ini, pengunjung harus login untuk menampilkan data sesuai dengan hak aksesnya. Pengunjung umum, yang tidak login, hanya bisa menampilkan artikel dan laporan yang memang ditujukan pada publik. Selain itu, OpenSID juga mencegah pengunjung publik menampilkan isi folder web. Pengunjung publik juga disediakan fasilitas untuk menulis komentar pada artikel yang ditampilkan. Resiko pada pengisian komentar adalah :

  • isi komentar yang tidak patut
  • serangan XSS (cross-site scripting)
  • serangan sql injection
  • serangan spam, dengan pengiriman komentar secara otomatis

Pencegahan masing-masing resiko tersebut dilakukan dengan :

  1. setiap komentar dimoderasi, yaitu harus diperiksa administrator sebelum ditampilkan untuk umum
  2. menggunakan fitur platform (Codeigniter) untuk mencegah XSS
  3. menggunakan fitur Codeigniter untuk mencegah sql injection
  4. menggunakan fitur captcha pada form komentar untuk mencegah pengisian komentar oleh program secara otomatis
  5. Jika perlu, administrator dapat menutup fasilitas komentar, sehingga pengunjung tidak bisa lagi memberi komentar pada suatu artikel.

Layanan Mandiri bagi warga OpenSID menyediakan layanan mandiri bagi warga, di mana setelah login, warga dapat menampilkan data pribadi mereka yang tersimpan di database OpenSID untuk mereka periksa. Warga dapat login menggunakan NIK dan kode sandi (PIN) yang dirahasiakan. Warga diminta untuk selalu mengamankan PIN mereka supaya tidak diketahui atau digunakan orang lain. Setiap saat warga dapat meminta administrator untuk memberi mereka PIN yang baru. Setiap kali mendapat PIN baru dari administrator, warga diberi kesempatan untuk mengubah PIN pilihannya. Karena PIN disimpan di database menggunakan enkripsi, hanya warga yang bersangkutan yang mengetahui. Untuk mencegah pencobaan login secara otomatis, jumlah login salah dibatasi sampai tiga kali. Setelah gagal login tiga kali, login terkunci untuk beberapa menit sebelum dibuka kembali. Setelah login, warga hanya dapat menampilkan data mereka sendiri, dan tidak dapat melihat data warga lain, walaupun dengan manipulasi alamat web (url). Warga yang login juga dapat mengirim laporan kepada kantor desa dalam bentuk pesan. Resiko keamanan fitur ini serupa dengan fitur komentar yang disediakan untuk pengunjung publik. Pengamanannya serupa juga. Laporan dari warga hanya dilihat oleh administrator, dan tidak ditampilkan pada publik. Form laporan tidak perlu diberi captcha, karena warga harus login untuk mengisi form ini. Apabila ada warga yang dianggap menyalahi aturan penggunaan layanan mandiri, administrator dapat menghapus hak akses warga tersebut kapan saja.

Akses Administrasi OpenSID oleh perangkat desa Administrator dapat memberi akses pada staf kantor desa untuk login ke modul Administrasi OpenSID. Akses ini diperlukan untuk melakukan fungsi pengelolaan data desa seperti pengisian data penduduk, layanan surat menyurat, penyusunan materi web, dll. OpenSID menyediakan 4 (empat) tingkat pengguna dengan hak akses yang berbeda. Masing-masing tingkat dapat menjalankan fitur dan menampilkan data sesuai dengan peran masing-masing jenis pengguna. Hanya pengguna jenis Administrator yang dapat melakukan semua fungsi yang disediakan OpenSID. Seperti halnya pada aplikasi lainnya, hak akses Administrator OpenSID perlu dibatasi dan hanya diberikan pada petugas yang terpercaya. Juga tentunya, semua jenis pengguna perlu dibatasi pada petugas yang memang memerlukan. Pengamanan username dan password pengguna OpenSID tidak beda dengan pengamanan username dan password pada aplikasi manapun. Password pengguna tersimpan dalam database dalam bentuk terenkripsi, sehingga tidak bisa ditebak walaupun database pengguna terakses. Resiko serangan online akan bertambah seiring dengan banyaknya pengguna yang diberi akses ke modul Administrasi OpenSID. Selain membatasi jumlah pengguna, strategi lainnya yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko serangan online adalah dengan membatasi penggunaan OpenSID online hanya pada penyediaan data bagi publik dan warga. Yaitu, pengelolaan data untuk mendukung kegiatan kantor desa dan untuk administrasi data desa tidak dilakukan online, tetapi tetap dilakukan menggunakan OpenSID offline di jaringan komputer di kantor desa yang tidak bisa diakses melalui internet. Pada strategi ini, OpenSID online tidak digunakan untuk pengelolaan data. Karena itu, akses pada modul Administrasi di OpenSID online cukup disediakan untuk satu pengguna saja. Dengan demikian, resiko keamanan akan menjadi lebih kecil.