Bulan: Desember 2021

Info OpenSID Hackathon 2022

OpenDesa – Hackathon merupakan kegiatan kompetisi pemrograman yang berlangsung untuk beberapa jam hingga beberapa hari. Kegiatan ini diselenggarakan OpenDesa untuk memperkenalkan ekosistem Sistem Informasi Desa Terbuka (openSID) kepada programmer indonesia. 

OpenSID salah satu sistem informasi desa yang paling banyak digunakan di indonesia dan bersifat opensource. Tidak hanya sistem informasi desa yang berdiri sendiri akan tetapi openSID juga sudah terintegrasi dengan openDK yang merupakan sistem informasi yang digunakan oleh pihak kecamatan. Sehingga informasi dari desa bisa terintegrasi dengan data yang dibutuhkan oleh kecamatan, ini merupakan langkah nyata openSID dengan visi sebagai rumah data bagi desa, 

Cara Mengikuti Hackaton

Peserta diwajibkan untuk mengikuti tahapan tahapan berikut :

  1. Melakukan pendaftaran peserta pada link ini : https://s.id/LKIR-
  2. Bergabung dengan grup pengembang bebas OpenSID : http://bit.ly/opendesa-umum
  3. Mengikuti sosialisasi pengetahuan teknis terkait pengembangan aplikasi openSID dan OpenDK yang akan dilakukan pada tanggal : 22 Januari hingga 23 Februari 2022 (lihat time line di bawah)
  4. Mulai mengerjaan issue yang telah disampaikan dan mengirim Pull Request sebanyak – banyak nya untuk menjadi pemenang

Hadiah Yang Ditawarkan Bagi pemenang

kami menawarkan 2,5jt untuk 1 orang pemenang berdasarkan keputusan dari panitia, pemenang adalah peserta yang berhasil mengirimkan pull requeset terbanyak dan di disetujui oleh admin berdasarkan kriteria yang sudah dibahas pada meeting teknis.(*)

Time Line Hackathon 2022

Pendaftaran : 22-28 Januari 2022

Briefing Teknis : 29 Jauari 2022

Pelaksanaan : 1-14 Februari 2022

Penilaian : 15-22 Februari 2022

Pengumuman Hasil : 23 Februari 2022

Tiga Desa di Kecamatan Talang Padang Antusias Pelatihan OpenSID

OpenSID : Peserta pelatihan OpenSID di Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tagamus, Provinsi Lampung foto bersama usai pelatihan, Sabtu(18/12/2021)

OpenDesa–Menuju desa cerdas di era digitalisasi dan Lampung Smart Village, Desa Suka Negeri, Desa Singosari dan Desa Sukabumi, antusias mengikuti pelatihan Sistem Informasi Desa (OpenSID). Pasalnya, aplikasi yang dikembangkan Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa) ini, diyakini menjadi salah satu sarana utama menuju Smart Village. 

Sesuai dengan visi menjadikan Provinsi Lampung Berjaya dibawah kepemimpinan, Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi, butuh langkah nyata pemanfaatan teknologi informasi.Sebab   dalam misi keempat dari visi tersebut merujuk pada mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan efisiensi produksi dan konektivitas wilayah atau menuju Lampung Smart Village. 

“Kita dari Desa Merbau serta Desa, Sukabumi dan Singosari, menggelar pelatihan OpenSID. Ini mengikuti jejak belasan ribu desa lainnya di Nusantara untuk lebih mengoptimalkan teknologi informasi untuk kinerja pemerintahan desa,”ucap Kepala Urusan Keuangan Desa Merbau, Komarullah kepada OpenDesa, via pesan WhatsApp Jumat(24/12) siang .

Pelatihan Sistem Informasi Desa OpenSID ini, kata Komarullah, sekaligus sosialisasi tentang program Smart Village Provinsi Lampung. Pelatihan yang diikuti para perangkat nagari ini  digelar di Pekon Singosari, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Sabtu(18/12/2021).(*)

Dua Kecamatan di Bone Antusias Ikut Pelatihan OpenSID

Antusias : Tiga Puluh orang peserta dari Kecamatan Sibulue dan Ulaweng, Kabupaten Bone,  Provinsi Sulawesi Selatan antusias mengikuti pelatihan pemanfaatan Sistem Informasi Desa Terbuka (OpenSID)yang dikembangkan komunitas Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa), Jumat hingga Sabtu (3-4/12/2021) lalu.

Bone, OpenDesa–Sedikitnya 30 orang dari 9 Desa di Kecamatan Sibulue dan Ulaweng, Kabupaten Bone,  Provinsi Sulawesi Selatan, antusias mengikuti pelatihan pemanfaatan Sistem Informasi Desa Terbuka (OpenSID). Aplikasi yang dikembangkan komunitas Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa) ditransfer via pelatihan sepanjang Jumat hingga Sabtu (3-4/12/2021) ini. 

“Kita bersama sejumlah teman-teman dari desa  di Kecamatan Sibulue dan Ulewang melaksanakan pelatihan OpenSID selama dua hari. Digelar secara sederhana saja. Kita berbagi pengalaman selama menggunakan OpenSID sejak Tiga tahun terakhir,”tutur Kepala Desai(Kades) Bana, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Ishak Boca, beberapa waktu lalu.   

Kades yang juga pegiat OpenDesa di Kabupaten  Bone  tersebut, merupakan salah satu tokoh yang sangat terbuka untuk kemajuan desa dan dengan cepat mengadopsi teknologi  informasi guna mempermudah kinerja aparatur dalam pemerintahan desa dan pelayanan optimal bagi masyarakat.

“Desa Bana, merupakan salah satu desa yang berada di pelosok Kabupaten Bone. Tempatnya terpencil di sudut kabupaten. Inilah yang menjadi motivasi utama bagi kami di Desa Bana untuk bisa terhubung dengan dunia luar dan melek informasi. Sehingga di tahun 2018 lalu, kita putuskan untuk bergabung dengan OpenDesa dan memanfaatkan sistem informasi desa yang dikembangkan anggota komunitas ini,”ucap   

Melihat manfaat dan progresifitas Desa Bana dalam hal teknologi informasi sebagai penunjang geliat pembangunannya, menjadi motivasi bagi sejumlah desa. Sehingga memunculkan rasa ingin tahu desa lainnya di Kabupaten Bone. 

“Atas motivasi inilah, saya sebagai Kepala Desa yang telah menerapkan penggunaan OpenSID di pemerintahan desa, berbagi pengalaman bersama teman-teman dari desa lainnya dari Kecamatan  Sibulue dan Ulaweng yang diwakili sebanyak Sembilan desa di dua kecamatan itu dengan peserta sebanyak 30 orang,”ucap Ishak Boca. 

Menggunakan aplikasi OpenSID secara gratis hingga beralih menjadi pengguna premium dan memiliki layanan Anjungan Desa Mandiri (ADM), kemajuan desa kian terasa seiring kemajuan teknologi saat ini.”Semoga semua desa di Indonesia bisa menerapkan sistem informasi untuk pembangunan desa dan masyarakat yang cerdas,”harap Kades Bana ini.(*)   

Ini Kata Sejumlah Desa Pemanfaat OpenSID

 

Foto : ilustrasi

OpenDesa–Sederet manfaat penggunaan teknologi Sistem Informasi Desa (SID) yang dikembangkan Desa Digital  Terbuka (OpenDesa), telah dirasakan. Kemudahan dalam melaksanakan pekerjaan pemerintahan desa, seperti yang disampaikan sejumlah pengguna OpenSID. 

Seperti yang diutarakan Kepala Urusan Keuangan, Desa Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat, Provinsi Lampung, Komarulloh.  Menurutnya, sejak memanfaatkan OpenSID sebagai alat bantu utama dalam  pekerjaan pemerintahan desa, manfaat dan kemudahannya sangat kentara. Tidak hanya aparatur pemerintahan, tapi juga masyarakat. 

“Administrasi Desa menjadi tertata secara Digital, informasi tentang kegiatan pemerintahan desa bisa diketahui oleh masyarakat. Kemudian layanan surat mudah di akses. Masih banyak lagi keunggulan-keunggulannya yang ada pada sistem OpenSID. Ayo bagi Desa, Kelurahan gunakan OpenSID sekarang juga,”ajak Komarrulloh. 

Manfaat yang sama juga dirasakan, Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Meski baru Satu bulan terdaftar menjadi pengguna, Desa Cilapar sudah mampu melayani masyarakat secara optimal menggunakan OpenSID.  

“Di Desa kami kurang lebih baru 1 bulan memakai OpenSID dan tentunya dengan adanya OpenSID sangat membantu dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian diperlukan pengembangan untuk kesempurnaannya,”tulis pemilik akun facebook Isman’t Lampisan, Desa Cilapar. 

Pemilik akun  facebook Isman’t Lampisan yang tergabung dalam group Pengguna dan Pegiat OpenSID ini, juga melemparkan sebuah usulan agar pada menu Siaga covid-19 untuk bisa ditambahkan menu arsip atau arsip kegiatan mengingat pandemi covid-19 bisa dijadikan history untuk generasi mendatang. 

Semnatara dari Sulawesi Tengah, Ahmad Budullah mengucapkan Selamat buat OpenSID,”Kami dari Banggai Kepulauan, lagi berjuang agar bisa MoU dengan Pemerintah Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi  Tengah untuk OpenSID ini,”ucapnya. 

Hingga saat ini, sedikitnya 13.000 Desa sudah memanfaatkan aplikasi  OpenSID yang dikembangkan Perkumpulan Desa Digital Terbuka (OpenDesa).

”Desa dari Sabang sampai  Merauke, dari Utara hingga Selatan, sudah 13 ribu desa di Indonesia, memanfaatkan OpenSID.  Diaspora Indonesia di seluruh dunia juga mendukung dan akan mengangkat desa binaan dan memasangkan OpenSID sebagai upaya peduli Indonesia dengan membangun desa,”ucap Ketua Dewan Pembina OpenDesa, Eddie Ridwan.(*)