Tahun: 2021

Ini Inovasi Desa Taopa yang Diharapkan Kemendagri Jadi Motivasi Desa Lainnya

Kemendagri RI : Desa Taopa dan Desa Kota Raya saat presentasikan pemanfaatan aplikasi OpenSID dan manfaatnya untuk kinerja Pemdes dan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat desa di Lantai II Gedung Kemendagri RI, Jakarta, Jumat(1/10/2021)
Kemendagri RI : Desa Taopa dan Desa Kota Raya, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, saat presentasikan pemanfaatan aplikasi OpenSID dan manfaatnya untuk kinerja Pemdes dan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat desa di Lantai II Gedung Kemendagri RI, Jakarta, Kamis(30/09/2021)

OpenDesa–Mampu berinovasi untuk pemanfaatan teknologi informasi menuju desa digital, Desa Taopa, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, presentasikan pemanfaatan dan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Desa Terbuka (OpenSID) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis(30/9).  

Diterima Kepala Sub Bidang Kewenangan Desa (Kasubdit KD) Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen BPD) Kementerian Dalam Negeri RI, Satrio Gunawan, Pemdes Taopa yang didampingi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Badan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, presentasikan pengembangan inovasi desa digital yang membantu memudahkan pekerjaan Pemerintahan desa (Pemdes) sekaligus memaksimalkan pelayanan publik. 

“Saya sangat bersyukur sekali dengan perhatian terhadap inovasi desa menuju desa digital dan menjadi perhatian serius Bapelitbang dan PMD Kabupaten Parigi Moutong.  Ini sudah mewakili desa, ini kan baru dua desa, kedepannya kita harus  memiliki pedoman dan aturan untuk pengembangan aplikasi sistem ini,” ungkap Kasubdit KD, Ditjen BPD Kemendagri, Satrio Gunawan.  

Pemanfaatan sistem aplikasi untuk inovasi menuju desa digital yang tengah digunakan oleh Desa Taopa ini, menjadi motivasi bagi desa lainnya untuk terus berinovasi memajukan desa dan pelayanan maksimal bagi masyarakat.

”Taopa dan Desa Kota Raya Selatan, merupakan dua desa yang diterima Kemendagri untuk hal inovasi aplikasi. Kedepannya ini mudah-mudahan menjadi pemicu semangat bagi desa lainnya untuk  mengembangkan sistem seperti ini,”ucap Satrio Gunawan dihadapan Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Parigi Moutong, Ervian S. Stp, Kabid Litbang Bapelitbangda,  Sekretaris Desa Taopa Abdul Haris Laparako di  Lantai II Kemendagri RI, Kamis(30/9).   

Usai mendengar pemaparan dari Sekretaris Desa Taopa Abdul Haris Laparako, Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Parigi Moutong, Ervian yang menjadi pimpinan rombongan menyebutkan, Taopa merupakan salah satu dari hampir 7000 desa  di Indonesia yang menggunakan aplikasi OpenSID secara aktif dan Desa Taopa telah menggunakan OpenSID Premium.  

“Biaya pemanfaatan aplikasi ini hanya sekitar Rp 1 juta per tahun. Pada 14 Oktober ini, kami akan launching pemanfaatan  Anjungan Desa Mandiri (ADM), nantinya masyarakat bisa secara mandiri menggunakan pelayanan, surat yang dibutuhkan bisa di print out langsung. Begitu  juga dengan administrasi dan informasi lainnya,”ucap Sekretaris Desa, Abdul Haris Laparako.(*)

Bappeda NTB Apresiasi Rarang Selatan Tanggulangi Kemiskinan Bersama OpenSID

Ingin Lihat Semua Desa di NTB Manfaatkan SID

OpenDesa, Rarang Selatan–Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda),
Nusa Tenggara Barat (NTB), apresiasi Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara,
Kabupaten Lombok Timur dalam penanggulangan kemiskinan berbasis Data
Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola secara digital menggunakan
sistem informasi desa (OpenSID).

Pemanfaatan teknologi informasi untuk validasi dan akurasi data menggunakan
aplikasi sistem informasi desa (OpenSID) melalui kerjasama dengan komunitas desa
terbuka (OpenDesa), memudahkan desa dalam pengelolaan data secara digital,
informatif dan terintegrasi.

Kepala Bappeda NTB, DR. Ir. H. Iswandi, M. Si mengatakan, kehadirannya di Desa
Rarang Selatan untuk memastikan sejauh apakah teknologi informasi
dimanfaatkan untuk program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Desa Rarang Selatan.

“Kita ingin melihat sejauh mana Sistem Informasi Desa (SID) yang diterapkan di
Desa Rarang Selatan bisa membantu pemerintah desa dalam melakukan verifikasi
dan validasi data DTKS,”ungkap Kepala Bappeda Rarang Selatan, Iswandi, saat
kunjungannya, Jumat (27/8/2021) penghujung bulan lalu.

Kepala Bappeda NTB ini, juga ingin mengetahui sejauh mana dampak penurunan angka kemiskinan dengan keberadaan Sistem Informasi Desa (OpenSID). Sebab berbasis data yang akurat dan informatif, program penanggulangan kemiskinan dipastikan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam Website Resmi Desa Rarang Selatan, Kepala Desa Rarang Selatan, Marius bersama Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan, Muhammad menyampaikan, penggunaan sistem informasi desa (OpenSID) memberikan banyak kemudahan-kemudahan dalam pelayanan masyarakat maupun data yang ada di desa.

“Kita berharap dengan kunjungan ini memberikan manfaat dan dampak baik
ke depannya bagi Desa Rarang Selatan, ucap Kepala Desa Rarang Selatan, Marius.

Ingin Semua Desa Manfaatkan SID

Lebih rinci disampaikan Kaur Pemerintahan yang juga Operator OpenSID Rarang Selatan, Muhammad. Menurutnya, keberadaan
OpenSID tidak hanya membantu, namun jauh lebih memberi manfaat. Betapa tidak, dengan pemanfaatan OpenSID Desa Rarang Selatan, bahkan jadi trend centre alias buah bibir di Kabupaten Lombok Timur.

Pasalnya mampu gunakan teknologi informasi
dengan baik penunjang progresivitas pembangunan Desa Rarang Selatan.
“Alhamdulillah, Bapak Kepala Bappeda bahkan ingin melihat seluruh desa di NTB
bisa manfaatkan OpenSID untuk kemajuan dalam keterbukaan informasi,
pengelolaan data dan pelayanan maksimal bagi masyarakat,”ungkap Kaur Pemerintahan Drsa
Rarang Selatan ini via telepon genggamnya kepada OpenDesa, Sabtu (5/8/2021) siang.

Kunjungan Kepala Bappeda ini menjadi persiapan awal kehadiran Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah ke Desa Rarang
Selatan dan sejumlah desa lainnya di Kabupaten Lombok Timur. Kehadiran Wakil
Gubernur, kata Muhammad, salah satu tujuannya melihat secara langsung pemanfaatan OpenSID yang mencuri perhatian pengembangan teknologi informasi di Desa
Rarang Selatan.

“Kita belum tahu pasti kapan tanggal dan hari kunjungan Gubernur. Namun rencana
awal seperti informasi yang kita dapatkan, pada pekan Ketiga September ini,”ucap Muhammad.


Sejumlah Desa adopsi nyata dalam hal pendataan dan keterbukaan informasi yang dibangun Desa Rarang Selatan, memotivasi dan ingin diadopsi sejumlah desa dan pemerintah kecamatan di NTB.

Kolaborasi Masyarakat untuk Pelayanan Kesejahteraan (Kompak), juga antusias dan siap bersinergi dengan OpenDesa. Sebab lembaga yang didanai oleh Pemerintah Australia ini, memiliki tujuan yang sama untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan mengatasi kesenjangan ekonomi.

“Bapak Kepala Bappeda, berharap kepada Kompak agar siap memfasilitasi desa di NTB bisa memanfaatkan OpenSID,” pungkas Muhammad menuturkan kembali keinginan yang disampaikan, Kepala Bappeda Irwandi saat berkunjung ke Rarang Selatan beberapa waktu lalu.(*)

OpenSID Aplikasi Gratis Untuk Desa

Pengertian Sistem Informasi Desa

Dalam konteks OpenSID, yang dimaksud dengan Sistem Informasi Desa adalah proses dan aplikasi yang:

  • Berbasis komputer
  • Mengelola informasi kantor desa
  • Mendukung fungsi dan tugas kantor desa, termasuk administrasi kependudukan, perencanaan, pelaporan, pengelolaan asset, pengelolaan anggaran, layanan publik, dsbnya

Dengan pengertian ini, jenis aplikasi yang tercakup dalam “Sistem Informasi Desa” suatu desa bisa saja lebih dari satu: misalnya OpenSID untuk pengelolaan data kependudukan, SISKEUDES untuk mengelola keuangan desa, aplikasi lain untuk mengelola BUMDes, dsbnya.

Peran dan Manfaat SID

Berikut ini dijelaskan secara singkat beberapa manfaat SID menurut pengertian di atas (tidak terbatas pada fitur yang ada di OpenSID saja).

  1. Kantor desa lebih efisien
    Misalnya, dengan memakai OpenSID, kantor desa dapat menyediakan layanan surat keterangan pada warga jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Dengan OpenSID, data penduduk sudah tersimpan dan dapat diisikan secara otomatis pada surat yang bisa dicetak langsung.
  2. Kantor desa lebih efektif
    Sebagai contoh, karena SID menyimpan data penduduk beserta atribut-atributnya, kantor desa dapat dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa mentargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran. Ini berbeda dengan proses serupa tanpa SID, di mana sering dilakukan penentuan sasaran program secara kira-kira dan tidak berbasis data.
  3. Pemerintah desa lebih transparan
    Dengan SID, pemerintah desa dapat mengelola informasi kegiatan desa dalam bentuk yang mudah disajikan kepada warga dan lebih mudah diakses warga. Misalnya, kantor desa dapat memakai SID untuk mengelola informasi perencanaan pengembangan desa dan menampilkan informasi tersebut pada berbagai media, seperti di web desa, papan pengumuman dsbnya.
  4. Pemerintah desa lebih akuntabel
    Dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan dana desa dsbnya di dalam SID yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan dana desa dsbnya.
  5. Layanan publik lebih baik
    Seperti disebut di atas, dengan SID kantor desa akan lebih efisien dan lebih efektif dalam melakukan fungsi dan tugas mereka. Karena salah satu tugas utama kantor desa adalah memberi layanan publik, fungsi ini pun akan lebih baik. Contoh sederhana yang diberikan di atas, warga akan bisa memperoleh surat keterangan yang mereka butuhkan secara lebih cepat dan dengan data yang lebih akurat.
  6. Warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa
    Dengan SID, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terrekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan.
  7. Warga dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa
    Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut ataupun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. Lebih dari itu, SID juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik.
SID diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam beberapa hal berikut:
  • Kantor Desa lebih efisien dan efektif
  • Pemerintah Desa lebih transparan dan akuntabel
  • Layanan Publik lebih baik
  • Warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa
Strategi pengembangan OpenSID adalah untuk:
  • Memudahkan pengguna untuk mendapatkan SID secara bebas, tanpa proses birokrasi
  • Memudahkan pengguna menyerap rilis SID baru
  • Memungkinkan pegiat SID untuk membuat kontribusi langsung pada source code aplikasi SID
OpenSID dikelola di Github untuk:
  • Merekam semua perubahan yg dibuat
  • Memungkinkan kembali ke revisi sebelumnya, apabila diperlukan
  • Memudahkan kolaborasi antar pegiat SID dan juga dengan desa dampingan dalam mengembangkan SID
  • Backup online source code SID yg dapat diakses setiap saat

HAK CIPTA, SYARAT, DAN KETENTUAN

Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) dibangun dan dikembangkan pada awalnya oleh COMBINE Resource Institution sejak tahun 2009. Pemegang hak cipta aslinya adalah Combine Resource Institution (http://lumbungkomunitas.net/).

Sistem ini dikelola dengan merujuk pada lisensi GNU General Public License Version 3 (http://www.gnu.org/licenses/gpl.html).

Versi di Github ini dikembangkan sejak Mei 2016, gratis dan bebas untuk dimanfaatkan dan dikembangkan oleh semua desa. Hak Cipta OpenSID sekarang dipegang oleh Perkumpulan Desa Digital Terbuka (https://opendesa.id), lembaga hukum yang sengaja dibentuk untuk mengelola OpenSID.

DEMO

Demo aplikasi OpenSID dapat dilihat di https://demo.opensid.or.id. Versi yang terlihat di demo itu adalah rilis Umum terkini. Modul administrasi demo OpenSID dapat diaskses pada https://demo.opensid.or.id/index.php/siteman. Masukkan Username = admin dan Password = sid304.

OpenSID V21.05 telah rilis

Tanggal 01 Mei 2021 OpenSID V21.05 resmi dirilis. Di rilis ini, versi 21.05-premium, menyediakan Impor Survei Google Form ke Master Analisis. Rilis ini juga berisi penambahan fitur dan perbaikan lain yang diminta Komunitas SID.

Terima kasih pada Mochamad Arifin dan Ariandi Ryan Kahfi yang terus berkontribusi. Terima kasih pula pada Mokhamad Afila yang baru mulai berkontribusi.

Lengkapnya, isi rilis versi v21.05-premium – 2021-05-01 adalah sebagai berikut:

Penambahan Fitur

  1. #4108 – Filter arsip surat menurut bulan.
  2. #3986 – Samarkan data penduduk di server yang khusus digunakan untuk data publik saja, tidak untuk pengelolaan data penduduk.
  3. #3986 – Sinkronkan data penduduk dan keluarga dari offline ke server data publik melalui impor file.
  4. #4121 – Tampilkan evaluasi SDGs Kemendesa di web.
  5. #1994 – Sediakan fitur untuk membuat grup pengguna tambahan yg bisa diatur hak aksesnya.
  6. Tampilkan catatan rilis di Dashboard Admin.
  7. #4054 – Bisa impor survei Google Form ke master Analisis.
  8. #2836 – Sediakan Buku Tanah Desa sesuai Permendagri 47/2016.
  9. #2837 – Sediakan Buku Tanah Kas Desa sesuai Permendagri 47/2016.

Perbaikan BUG

  1. Perketat pemeriksaan file pada Database > Restore.
  2. Daftar penduduk tampil normal pada sql_mode = ONLY_FULL_GROUP_BY.
  3. Modul Pertanahan sekarang menampilkan penjelasan kalau lokasi persil tidak ditemukan.
  4. #4091 – Sekarang menu navigasi tampil di atas tombol peta pada waktu hover mouse.
  5. #4123 – Sekarang penandatangan lampiran Surat Biodata Penduduk, Surat Permohonan Kartu Keluarga dan Surat Permohonan Perubahan Kartu Keluarga tampil benar.
  6. #4118 – Sekarang urut pertanyaan/indikator analisis berdasarkan kode lebih konsisten.
  7. #4113 – Perbaiki bisa cari nama penduduk atau nama lain yg berisi tanda kutip (‘).
  8. #4129 – Sekarang menambah anggota keluarga sudah normal kembali.
  9. #1486 – Hapus isian yg tidak digunakan di form Surat Pernyataan Belum Memiliki Akta Lahir.
  10. #3352 – Perbaiki pencatatan data pengunjung web.
  11. #4131 – Sekarang tidak tampil penduduk duplikat setelah pecah atau keluarkan anggota keluarga.
  12. #4130 – Sekarang pilihan huruf yg dapat dibaca penduduk tampil pada waktu menambah KK dan anggota keluarga.
  13. Tampilkan status IDM untuk tahun 2021.
  14. #3593 – Tambahkan kolom status_dasar di file impor/ekspor data penduduk.
  15. #4135 – Sekarang halaman statis Daftar Calon Pemilih tampil normal kembali di web.
  16. #4133 – Sekarang peta tidak membatasi jumlah area yg dapat ditampilkan.
  17. #4136 – Sekarang penduduk dengan status dasar selain hidup tidak lagi tampil duplikat.
  18. #4140 – Sekarang jumlah rincian data suplemen yang tampil melalui menu statis web tidak dibatasi.
  19. #4143 – Kurangi jumlah link halaman pada paginasi Pengaturan Peta > Area supaya terlihat lebih rapi.
  20. #4148 – Sekarang bisa cari arsip layanan surat menggunakan nama penduduk berisi tanda petik (‘).
  21. #4150 – Sekarang NIK ganda tidak bisa dimasukkan lagi.
  22. #4152 – Sekarang penduduk mati/pindah/hilang yg belum kawin tidak lagi muncul di daftar penduduk lepas pada waktu menambah anggota keluarga dari penduduk yg ada.
  23. Sekarang penduduk mati/pindah/hilang tidak lagi muncul di daftar pilihan terdata data suplemen.
  24. Tulis ulang log_keluarga dan tulis ulang penghitungan statistik laporan kependudukan bulanan.
  25. #4154 – Sekarang urut pertanyaan/indikator di unduh data sensus/survei analisis lebih konsisten.
  26. Ubah keterangan Google Key menjadi Mapbox Key di pengaturan aplikasi.
  27. Sekarang bisa kembali tambah penduduk dengan NIK 0. [bug-fix]
  28. Tampilkan penandatangan yg benar di Laporan Penduduk per Wilayah, Surat Keluar dan Buku Data Aparat Pemerintahan Desa. [bug-fix]
  29. Sekarang penduduk tidak tampil ganda di Kependudukan > Penduduk jika menjadi peserta di lebih dari satu program bantuan. [bug-fix]

Perubahan Teknis

  1. Pindahkan folder cache ambil status release dan status IDM ke folder ‘cache’.

Panduan OpenSID

OpenSID adalah Sistem Informasi Desa (SID) yang sengaja dirancang supaya terbuka dan dapat dikembangkan bersama-sama oleh komunitas peduli SID. Untuk memudahkan desa-desa dalam menggunakan Aplikasi OpenSID Komunitas OpenSID telah membuat panduan berbentuk wiki di github selain itu terdapat pula panduan dalam bentuk video yang tersedia di chanel YouTube komunitas OpenSID

Dibawah ini telah kami rangkum judul-judul panduan yang tersedia di wiki Github OpenSID, sehingga cukup mengklik judul panduan maka akan di arahkan ke panduan yang berada di Github.

Install dan Update

Database

Info Desa

  1. Identitas Desa
  2. Wilayah Administratif
  3. Pemerintah Desa
  4. Status Desa
  5. Layanan Pelanggan

Kependudukan

Statistik

Layanan Surat

Sekretariat

Keuangan

Buku Administrasi Desa

Pemetaan

SMS

Pengaturan

Admin Web

Layanan Mandiri

Halaman Layanan Mandiri

Mandiri Beranda
Mandiri Profil
Mandiri Surat
Mandiri Pesan
Mandiri Bantuan

OpenSID Versi 21.03-premium telah rilis, simak perubahannya

Seperti biasa setiap tanggal 01 dilakukan rilis OpenSID, pada rilis kali ini perubahannya Antara lain ditambahkan fitur untuk rekam foto penduduk langsung menggunakan HP. Juga ditambahkan Buku Rekapitulasi Jumlah Penduduk, Buku Penduduk Sementara dan Buku KK / KTP sesuai Permendagri No 47 Tahun 2016.
Lengkapnya, berikut daftar perubahan pada v21.03-premium:
1. Perbaiki jumlah KK di Statistik> Laporan Bulanan. [perbaikan bug]
2. # 3977: Urut proporsi di rincian pembangunan sudah. [perbaikan bug]
3. Sesuaikan gambar default penduduk dan pamong di semua tampilan berdasarkan jenis kelamin penduduk.
4. Perbaiki menampilkan foto anggota kelompok di Kependudukan> Kelompok. [perbaikan bug]
5. Seragamkan penerapan desa / rw / rt di form keluarga dan penduduk. [teknis]
6. Perbaiki urut daftar penduduk berdasarkan umur. [perbaikan bug]
7. # 3985, Sekarang waktu komentar di widget Komentar sesuai dengan waktu komentar di artikel. [perbaikan bug]
8. Perbaiki pemanggilan setting_model tidak berulang-ulang. [teknis]
9. Perjelas pilihan Pengaturan> Modul> Penggunaan Server, dan menu sesuaikan navigasi utama.
10. # 4000: Sekarang filter dan cari daftar pemilih normal kembali. [perbaikan bug]
11. # 4001: Program filter sekarang bantuan di daftar penduduk normal kembali. [perbaikan bug]
12. Kueri sederhanakan penduduk lebih cepat. [teknis]
13. # 3994: Unggah foto penduduk langsung ambil dari kamera HP / DSLR.
14. Sesuaikan laporan keuangan untuk transaksi dengan uang muka.
15. # 3991: Tambahkan pencatatan identitas penduduk KIA (Kartu Identitas Anak).
16. # 3992: Perbaiki beberapa error javascript di tema natra. [bug]
17. Kembali menampilkan remah roti dan tombol Kembali di Formulir layanan cetak surat. [perbaikan bug]
18. Kembalikan pengambilan data covid untuk peta web dari api.kawalcorona.com.
19. # 4011: Sediakan tombol mencetak surat PDF pada Layanan Surat> Cetak Surat.
20. Sediakan alternatif mencetak surat dalam format PDF menggunakan LibreOffice yang berdiri sendiri. [teknis]
21. Library yang mudah HTML2PDF dan TCPDF. [teknis]
22. Hapus Library CIQRCODE dan gantikan dengan TCPDF untuk mengurangi duplikasi. [teknis]
23. # 4030: Hapus pilihan untuk kepala keluarga penduduk lahir. [perbaikan bug]
24. # 2833: Sediakan Buku Administrasi Penduduk> Buku Rekapitulasi Jumlah Penduduk.
25. # 2834: Sediakan Buku Administrasi Penduduk> Buku Penduduk Sementara.
26. # 2835: Sediakan Buku Administrasi Penduduk> Buku Tanda Penduduk dan Buku Kartu Keluarga.
27. Perbaiki data urut tabel, seperti daftar penduduk, kembali menyeluruh dan tidak hanya per halaman. [perbaikan bug]
Untuk membayar Premi, mohon lihat https://www.opendesa.id/mengonlinekan-opensid/ . Sebagai aplikasi yang dikembangkan secara bersama-sama, maka berlangganan fitur Premium adalah cara yang paling bisa menjamin keberlangsungan pengembangan OpenSID.
Rilis Premium yg telah lunas akan masuk ke rilis Umum setelah jeda waktu yg mulai sekarang akan menjadi 6 bulan (dari tadinya 3 bulan), untuk menghargai kontribusi pelanggan, dan sebagai insentif bagi lebih banyak desa ikut mendukung.

SEGERA RILIS…..! SURAT DI OPENSID DAPAT DIPASANG QR CODE

Selain fitur untuk menambahkan Foto, akan ditambahkan juga fitur untuk menambahkan QRCode pada Surat.

Pada waktu pembuatan surat pada menu Layanan Surat -> Cetak Surat, pilih YA pada “Tampilkan QRCode di Surat” maka akan ada 3 jenis isi QRCode yg dapat dipilih:

  1. Konfirmasi Validitas Surat

QRcode akan berisi Link ke server OpenSID desa untuk memastikan validitas / keabsahan surat.

 

  1. Link ke Dokumen Surat (PDF)

QRcode akan berisi Link ke server OpenSID desa untuk mengunduh langsung dokumen surat dalam bentuk PDF.

  1. Ketik isi QRcode

QRcode akan berisi Teks yang sesuai yang diisi dalam kolom isian misalnya untuk informasi desa.

Semua link QRcode akan diencrypt dan diperpendek alamatnya dengan engine url-shortener yg sudah terintegrasi di fitur ini sehingga tidak perlu memasukkan external url-shortner lagi (seperti: bit.ly, goo.gl, tinyurl, s.id).

QRcode dapat dibaca oleh berbagai piranti QR Scanner dan yang paling mudah adalah dengan aplikasi QR scanner di HP (Android / IOS).

Ketika discan di aplikasi maka tampil link atau teks, maka akan ada tombol untuk “mengunjungi website” (klik otomatis menuju link sesuai pilihan apakah untuk validasi atau unduh).