Month: March 2019

Parigi Moutong Mulai Demam OpenSID

Dimulai dari ketertarikan salah satu Perangkat Desa di Pemdes Tompo, untuk membantu memudahkan dalam memberikan pelayanan kepada warga desanya, mulailah beliau mencari dan bertanya ke beberapa teman bahkan ke internet hingga akhirnya menemukan aplikasi yang gratis yaitu OpenSID. Seperti kebanyakan orang, jika belum mencoba pasti akan banyak pertanyaan dalam pikiran, “mengapa aplikasi ini gratis ?”, karena gratis banyak mengandung konotasi yang cenderung negatif.

Akan tetapi setelah sekian lama mencoba OpenSID, ternyata OpenSID tidak hanya gratis, bahkan sudah bisa memenuhi sebagian besar tugas administrasi dari Pemerintahan Desa. Dan yang terpenting, aplikasinya benar-benar bisa diandalkan.

Dengan tekad bulat akhirnya beliau bertekad untuk meng-online-kan OpenSID di desanya meskipun jangkauan sinyal seluler kembang kempis, karena itulah satu-satunya akses internet yang bisa dijangkau di desa. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kepada seluruh Perangkat Desa atau bahkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bahwa ada aplikasi yang gratis, mudah, handal dan yang terpenting didukung oleh ribuan komunitas, yang menjamin keberlangsungan aplikasi ini.

Saat ini seluruh desa di Kecamatan Taopa sudah mulai pelan-pelan belajar menggunakan OpenSID, dengan semangat baja. Kalau tidak sekarang kapan lagi ?.

Salam Satu Desa, Satu OpenSID

Penerapan SID Perlu Libatkan Berbagai Pihak

Penerapan inisiatif Sistem Informasi Desa (SID) bukan semata tanggung jawab desa. Perlu keterlibatan berbagai pihak baik dari pemerintah tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, warga desa maupun lembaga-lembaga lain yang terkait. Keterlibatan itu diperlukan agar terjalin koordinasi yang baik.

Di tingkat desa, penerapan SID tidak hanya menjadi tanggung jawab operator saja, namun juga kerjasama dengan perangkat desa dan tentu saja ada keterlibatan dan dukungan dari warga desa. Beberapa desa telah mulai mengembangkan inisiatif itu dengan melibatkan berbagai pihak dalam melaksanakan penerapan SID. Bahkan, ada pula desa-desa yang menjalin kerjasama dengan desa-desa lain di sekitarnya dalam upayanya memperkuat kualitas pemanfaatan SID.

Meski demikian, tidak sedikit pula desa yang hanya mengandalkan pengelolaan SID pada orang-orang yang mampu mengoperasikan komputer saja terutama operatornya. Hal tersebut mengemuka dalam Pelatihan SID Tingkat Dasar di Kebumen pada 4-6 Oktober 2017 lalu di Benteng Van Der Wicjk, Kebumen, Jawa Tengah.

“Yang menjadi kendala penerapan SID di desa kami, perangkat (komputer) banyak, namun yang mau peduli dengan SID hanya sedikit. Beberapa perangkat desa justru memilih untuk tidak belajar komputer karena menghindar tugas-tugas yang nantinya diberikan oleh mereka yang mampu komputer,” ungkap Paidi, peserta dari Desa Kalibeji, Kebumen, saat sesi evaluasi penerapan SID pada pelatihan hari pertama, Rabu (4/10).

Sementara di tingkat kabupaten, keterlibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi bagian tak terpisahkan dari inisatif SID di daerah yang mereka kelola. Mereka diharapkan dapat saling terhubung dan dapat menjalankan perannya dalam pelaksanaan penerapan inisiatif SID di daerahnya. Adapun OPD-OPD kunci yang terlibat dalam inisiatif SID antara lain: BAPPEDA, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Hubungan Masyarakat (Humas), dan sebagainya. Pelatihan SID kali ini juga melibatkan beberapa OPD di Kabupaten Kebumen sebagai pengamat.

Pelatihan SID Tingkat Dasar ini diselenggarakan oleh Formasi bekerjasama dengan CRI dan Pemkab Kebumen. Diikuti oleh 32 desa, pelatihan ini diadakan dalam 2 seri. Seri pertama dilaksanakan pada 20-22 September 2017 dengan peserta 14 desa percontohan. Sementara seri kedua dilaksanakan pada 4-6 Oktober 2017 yang diikuti oleh perwakilan dari 18 desa percontohan di Kebumen. Desa-desa tersebut dipersiapkan untuk menjadi desa percontohan bagi lebih dari 400 desa lain di Kebumen yang belum mengikuti pelatihan serupa.

Inisiatif penerapan SID di Kebumen telah dirintis sejak tahun 2014. Saat itu, ada 10 desa percontohan yang menerapkan inisiatif SID. Namun dalam perjalanannya, tidak semua desa aktif mengelola website desanya, baik yang online maupun offline. Pelatihan kali ini dilakukan salah satunya untuk menguatkan kapasitas desa-desa penerap SID. Peserta diajak belajar antara lain tentang pengelolaan data dan informasi publik dengan dukungan aplikasi SID.

Artikel ini merupakan duplikasi dari artikel asli di :
https://www.combine.or.id/article/Penerapan-SID-Perlu-Libatkan-Berbagai-Pihak__%23__17